2009/11/3 Yuda Nugrahadi <[email protected]>: > Pada 2 November 2009 23:48, Utian Ayuba <[email protected]> menulis: >> Rekan-rekan Yth, >> >> 2. Berkaitan dengan kepastian kepemilikan brand ILC No. 1, kami juga >> mendukung sepenuhnya bagi YPLI untuk memutuskan makna kata "Linux" pada >> istilah "Indonesia Linux Conference". Misalkan Linux=Kernel Linux, >> Linux=GNU/Linux, Linux=FLOSS atau makna yang lainnya. Ini pun kami anggap >> fundamental dan penting untuk memberikan kejelasan subjek mana saja yang >> masuk ke dalam frame utama ILC dan yang tidak. >> > Kalau dari ceramahnya pak stallman, ada baiknya ditulis dengan > GNU/Linux walaupun nanti tetap ILC dan dibaca Indonesia Linux > Conference. Atau malah saya kepikirannya menjadi Indonesia FLOSS Expo > (PLBOS Indonesia Expo). Jadinya mirip2 seperti IGOS summit dan GCOS > kemarin. > >> 3. Karena berdasarkan pengalaman ILC tidak hanya berisi kegiatan konferensi >> ataupun meeting, kami mengusulkan nama yang lebih umum yaitu "Indonesia >> Linux Expo" yang salah satu kegiatan di dalamnya adalah ILC. ILC juga kami >> usulkan sekaligus menggantikan istilah KPLI Meeting. Dan kami tetap >> mendukung kepemilikan brand ILE tetap pada YPLI. >> > Kalau tidak salah itu KPLI Meeting adalah bagian dari ILC. Jadi ILC > ada lah induk acaranya dimana KPLI meeting menjadi salah satu dari > sekian banyak rangkaian acara ILC. > > -- > Berhenti langganan: [email protected] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis > >
Kalau KPLI meeting kesannya kayak "kongkow-kongkow". Atau saya jadi inget pas sekolah dulu suka ada Class Meeting antar kelas lomba dibidang olahraga hehe.. KPLI Meeting diusulkan jadi KPLI Conference (atau apapun itu tapi "ruh"nya konferensi yang punya catatan, kesimpulan, rekomendasi, atau apa yg punya nilai administrative dan nilai yg powerful. Jadi biarkan Conference menjadi BENAR-BENAR conference. Walau pun sifatnya "konfederasi" bukan "asosiasi" atau "persatuan". Yang penting ada alurnya, ada persiapannya, kalau memang harus laporan kegiatan ya di juklak sebelumnya (atau diundangan) ya tulis biar ngga kayak kemaren grasak grusuk dan ada yang ga siap. Bukan apa-apa, sharing dengan terdokumentasi akan lebih baik dan tentu dokumentasi selalu berguna di masa yang akan datang. Serta biar ILC tidak dipandang sebelah mata! Open Source harus gerak cepat soalnya 2010 harusnya jadi milik Indonesia sudah jadi negeri Open Source. :) Oya Sesuai usul saya sebelumnya, dan itu pun harus ada Evaluasi dari ILC sebelumnya. Jangan mulai dari scratch lagi. kan filosofinya FOSS salah satunya itu tadi kolaborasi dan ngga perlu Anda mulai dari nol utk semua hal hehe.. joke : jangan sampe telat en nunggu kiamat taun 2012 soalnya Des 2011 deadline migrasi pemerintahan dari MenPAN baru kelar sehari besoknya udah kiamat hehe.. -- where intellectual happens The Unggul Center http://www.unggulcenter.co.cc -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

