Tak terasa sudah genap 10 tahun menggunakan Linux(GNU/Linux). Dari
diskusi terakhir nampaknya masalah penamaan kembali jadi topik yang
hangat. Penyebutan GNU/Linux seperti yang dianjurkan Stallman adalah
agar orang mulai melihat GNU dan semua Free Software movement value
yang melatar belakanginya. Di tengah ke salah keterlanjuran(salah
kaprah menurut Stallman) penyebutan itu saya pikir lebih penting untuk
mensosialisasikan value Free Software movement dari pada hanya sekedar
nama. Lebih penting instance object na dari pada variable container
nya.

Namun sayang mensosialisasikan Free Software value bukanlah pekerjaan
mudah. Karena interaksi kebanyakan orang pada produk GNU kebanyakan
hanya sampai kebebasan 1, kebebasan menggunakan. Sedangkan manfaat
sebenarnya produk ini baru dirasakan ketika kita menggunakan semua
kebebasan yang di definisikan FSF. Pada kebebasan 1 antara FOSS dan
propertary tidak ada manfaat yang berbeda sama sekali. Sayang nya
kebebasan ini lah yang masih menjadi objek utama sosialisasi komunitas
kita. Bukan tidak boleh tapi rasanya bila pada diskusi yang lalu ada
beberapa rekan berpendapat agar kita menyebut GNU/Linux rasanya dari
pada energi kita habis mengubah sesuatu yang selama ini sudah kita
gunakan ada baiknya kita mulai mensosialisasikan penggunaan semua
kebebasan FSF ke masyarakat. Mereka yang memerlukan ke 4 kebebasan FSF
adalah mereka yang istilah pa Rus user mahir. Jadi dari pada
bersitegang masalah nama lebih baik energi kita gunakan untuk
bagaimana menggunakan dan merubah kalau diperlukan produk2 GNU di
sinilah manfaat value 4 kebebasan FSF baru terasa dengan sendirinya
masyarakat tau betapa luar biasanya kontribusi FSF lewat GNU pada
perkembangan teknologi sekarang dan yang akan datang.

Inilah menurut saya PR kita di masa depan.

Just my 2 cent

-- 
Best Regards

Resza

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke