On 1/26/10, -...@gs=- <[email protected]> wrote: > Menurut saya, Open Source itu seharusnya tidak di-object-kan. Open Source > itu seharusnya adalah sebuah jiwa. Kita semua bisa memiliki jiwa itu. Jadi > menurut saya pertanyaan sesungguhnya adalah "Apa yg bisa kita perbuat dalam > dan untuk pengembangan jiwa Open Source?" > > Kisah Sun dan Oracle hanya sekedar sebuah kisah akuisisi dan tidak lebih. > Masa depan Netbeans, Glassfish, mySQL, dll itu tergantung dari kita-2 yg > memiliki jiwa Open Source (atau kalau boleh saya sebut "Open Sourcers") toh > source code dari masing2 aplikasi itu kita bisa punya, jd pengembangannya > juga bisa kita tentukan sendiri. Siapa tau besok atau tahun depan ada > variant mySQL versi anak2 Indonesia? > > Salam sukses buat semua > > -...@gs=-
Dari sisi END USER, memang Sun dan Oracle hanya sebuah kisah akuisisi biasa, ASALKAN support Oracle terhadap open source dari sisi FINANCIAL dan RESOURCE lain juga setara. Pengembangan open source adalah GAME dari 3 pihak : investor (mereka yang mempunyai saham di perusahaan), developer (mereka yang dibayar oleh perusahaan) dan end user (kebanyakan dari kita kita yang menikmati Ubuntu, Firefox, OpenOffice dkk). Di Indonesia, jika kita menghitung company yang berbasis Open source akan sangat banyak. Baik sebatas sebagai end user, maupun sebagai software house yang memanfaatkan produk-produk open source (PHP, mySQL, Drupal dkk). Tetapi kita sangat kesulitan menemukan ISV yang investornya mempunyai WILL untuk me-release produk-nya dalam open source ... Btw, beberapa tahun lalu, CMIIW, sebuah tim di BPPT atau KMNRT menerbitkan buku yang isinya daftar perusahaan yang pro-open source ? Ada yg punya link-nya ? -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

