2010/6/10 Resza Ciptadi <[email protected]>: > Maap Top Posting, saya ada email dari seorang teman lama di Toronto, > oya dulu dia pernah ikut KPLI Jakarta Gathering di puncak. Dia > menawarkan kursus Ruby/Linux anak ini mang jagoan Ruby kalo ada rekan2 > yang tertarik dia mo banget buka kalo bisa 15 orang. Mulai bulan > Agustus. Gratis/bebas/free kecuali biaya koneksi :-P, nanti medianya > pake http://p2pu.org/ > > Ayo Belajar Ruby .... :), dan ohya Linux :)
Lupa kalo kalo ada yang mo jadi web developer (tapi dalam bahasa ingris kalo ruby tadi dia mo buka bahasa indonesia)https://wiki.mozilla.org/Drumbeat/Challenges/p2pu > ---------- Forwarded message ---------- > From: Stian HÄklev <[email protected]> > Date: 2010/6/10 > Subject: Kursus terbuka ttg Ruby/Linux? > To: Resza Ciptadi <[email protected]> > > > Salam pak! > > sudah lamalah, saya tidak bisa datang ke Indonesia (tetapi sangat > rindu dengan tanah air itu). Dan mungkin bahasa indonesiaku tidak > selisan sebelumnya, tetapi masih bisalah. (Baru2 saya dapat film > Laskar Pelangi dengan teks bhs inggeris, dan saya pernah mentontonkan > kepada banyak kawan2, mereka sangat menyukainya!). > > Setelah menulis skripsi tentang taman bacaan di Indonesia, saya masuk > ke S2 dalam bidang pendidikan tinggi dan internasional di Universitas > Toronto (sekarang hampir selesai, dan september mulai baca S3 dalam > bidang yang sama). Dalam waktu ini, saya sangat tertarik dengan > pergerakan sumber daya pendidikan yang terbuka (open educational > resources). Sudah ada banyak, seperti MIT OpenCourseWare, universitas > di macam2 negara, sekarang universitas di Indonesia sepertinya juga > mulai membuka sedikit sumber dayanya (dan juga ada program membeli hak > cipta buku2 sekolah). > > Jadi, kalau ada internet, kita sudah bisa mencari banyak sekali > informasi dan sumber daya untuk belajar! Tetapi, belajar sendiri, > tanpa bantuan, tanpa struktur, tanpa umpan balik adalah sulit, dan > sering kurang motivasi. Untuk memecahkan masalah inilah, kita (saya > dengan beberapa teman) mendirikan proyek "Peer2Peer University" > (http://p2pu.org). Dia adalah suatu platform di mana kita bisa > mengadakan kursus (semua kursus adalah panjang 6 minggu) yang > kurikulumnya hanya terdiri dari sumber daya yang bisa didapatkan di > internet tanpa bayar. Setelah ada kursus itu, mahasiswa2 bisa > mendaftar, biasanya maksimal 15-20 mahasiswa sekursus (untuk > memaksimalkan saling belajar dan mengajar). > > Ketika kursus sudah berjalan, biasanya modelnya adalah begini: Setiap > minggu ada beberapa sumber daya, seperti artikel, film, bacaan dll > yang harus peserta baca/nonton/mendengar. Setelah itu, ada beberapa > pertanyaan untuk refleksi yang bisa didiskusikan dalam forum diskusi > kita. Beberapa kursus juga ada waktu setiap minggu ketika semua > peserta yang bisa berkumpul di chat, atau di program komunikasi suara > (Skype dll) atau video. Kursus juga bisa didesain berdasarkan masalah > atau proyek. > > Kita sudah mengadakan dua "semester", yang pertama mulai 9. september, > 2009, dan ada 7 kursus, termasuk "Sastra Cyberpunk", "behavioral > economics", "poker dan pendapat strategis", "masalah hak cipta buat > guru2", "menulis kreatif non-fiktion", dan "restorasi tanah dan > re-boisasi". Setelah itu, di maret 2010, mulai semester ke-dua dengan > 16 kursus, termasuk tiga dalam bahasa portugal, dari Brasil. Ada > kursus pengelolaan kampanye pemilu, web mashups, masyarakat yg > berkelanjutan dan teori musik. > > Sekarang ada satu kursus yang baru mulai jalan, dia adalah kursus > tentang jurnalisme digital, oleh Joi Ito (pemimpin Creative Commons > internasional). Dia mengadakan kursus itu di Universitas Keio di > Jepang, dengan mahasiswa2 resmi, dan dlm waktu yang sama, di P2PU. > Semua mahasiswa2 di Keio sudah mendaftar di P2PU, dan akan mengunakan > platform itu untuk diskusi dan kerja-sama. Dan setiap kali mereka > bertemu di Jepang, ada streaming untuk orang yang ada di P2PU. Ketua > halaman web Al Jazeera juga membantu! > > Semester ketiga akan mulai sekitar bulan augustus. Sekarang kita > mengharap ada macam2 orang yang mau memfasilitasi kursus. (Tidak ada > biaya untuk belajar, dan tidak ada gaji untuk fasilitator, semua > didasarkan relawan). Saya menulis imel ini karena saya sangat mau kita > memperbesarkan sampai memasukkan juga kursus dalam bahasa Indonesia! > (Sebesarnya, untuk sementara halaman web kita masih akan ada dalam > bahasa inggeris. Tetapi itu cuma "OK", "Cancel", aja... Semua isinya > dalam kursusnya bisa ada dalam bahasa indonesia, termasuk semua sumber > daya eksternal, yang kita bisa berlinking, dan semua komunikasi di > dalam kursusnya). > > Saya pikir mengadakan kursus tentang Ruby, atau Linux,atau topik yang > lebih kecil akan ada kursus yang sangat menarik! Dan pasti banyak > orang di Indonesia yang tertarik belajar. (Kita cuma butuh sekitar 15 > orang lah). > > (akhirnya, kalau ada orang yang mengetahui tentang koran atua majalah > besar atau kecil yang tertarik dengan proyek ini, kita sangat senang > bikin wawancara... kita sudah disebutkan di koran yang terbesar di > Malaysia > (http://thestar.com.my/education/story.asp?file=/2010/3/14/education/5830131&sec=education), > dan di banyak negara yang lain. Tentu saja, kalau sudah ada beberapa > kursus dalam bahasa indonesia, atau oleh orang indonesia, itu akan > lebih mudah.) > > Maafkan saya karena surat ini panjang sekali, tetapi saya sangat > bersemangat tentang proyek ini, dan benar2 mengharap akan ada isi > indonesia juga. Jadi, kalau bapak merasa tertarik, kasih tahu saya, > dan kita bisa membicarakan macam2 ide2 dengan pelan. > > Terima kasih!! Mudah2an kami semua bisa membantu masyarakat lebih > cerdas, dan akses kepada informasi dan kesempatan belajar lebih > banyak! > > Stian / mas Yanto > > -- > http://reganmian.net/blog -- Random Stuff that Matters > > > > > -- > http://reganmian.net/blog -- Random Stuff that Matters > > > > > -- > Best Regards > > Resza Ciptadi > -- Best Regards Resza Ciptadi -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

