2011/9/17 princeofgiri <[email protected]>: >> yg bagian mana ? >> ini ? c. Ada ibu-ibu yg pakai IGN. Yg masih gadis jg ada yg >> pakai IGN :)
> Yang bagian itu gak usah disebutlah. Udah jelas. BlankOn kalah telak. :p > Bagian ini yang keren : > d. Menunjukkan proses instal dan penggunaan sampai selesai ke > seorang menteri. > i. Terakhir, pak Rusmanto pernah pakai IGN :) Tambahan info lagi, yg ini lebih pada bagian yg tidak happy :( - Kejadiannya sekitar tahun 2008, ada institusi yg dapat ekspose karena "dianggap" berperan dalam open source. Kemudian dapat perintah untuk pasang IGN dual boot dengan Windows ke seluruh komputer yg dipakai para pejabat. Instalasi lancar, terus pulang. Dua tahun kemudian baru ada pertanyaan, password root-nya apa? Sepertinya selama dua tahun tsb. sangat jarang atau hampir tak pernah boot ke IGN :( - Beberapa tahun lalu mendorong seorang pejabat agar berperan sebagai penggerak open source di instansi ybs dan instansi di bawahnya. Latar belakang pejabat tsb cukup bagus di bidang IT. Ybs kemudian mencoba laptop dengan distro tertentu, entah distro apa, sepertinya telah mencoba selama beberapa hari sendiri, entah siapa yg memasang dan memandu. Hasilnya pejabat tsb. tak terkesan dengan Linux. - Berikutnya saat ada program dari suatu institusi untuk sosialisasi dan implementasi open source. Melihat dana yg lumayan, agak protes melihat target yg minimal, saat itu sepertinya membandingkan dengan biaya instal fest yg murah meriah :) Pejabatnya marah "Kamu mau nambahin biaya pelatihannya?" Dalam hati "boro-boro nambahin, lisensi sw aja cari yg tak bayar ;)" Catatan: Harap tidak menduga-duga instansi yg dimaksud ;) info ditujukan sebagai gambaran tentang mudah atau repotnya saat mendorong orang/pihak lain memakai open source. Ada hal teknis dan non teknis yg terkait didalamnya. --- Nana Suryana | http://suryana.or.id/ | http://twitter.com/na2sr/ | http://facebook.com/suryana/ -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

