BREBES - Kanditel Brebes disinyalir banyak mengecewakan calon pemasang
telpon. Banyak yang mengajukan permohonan untuk telepon rumah tangga maupun
Wartel, namun ditolaknya. Menurut beberapa pemohon yang diwawancara, ini
terjadi karena Kanditel memonopoli dan menguasai usaha Wartel di Brebes.
Hampir setiap kecamatan di Brebes, ada Wartel milik salah seorang pejabat
Telkom tsb. "Memang Semua wartel bukan atas namanya. ada yang diatasnamakan
teman, keluarga dan istrinya," kata seorang warga mengajukan pemasangan
telepon tapi dijawab sambungan habis.
Selain mempersulit izin membuka Wartel, pejabat tsb. juga meresahkan calon
pemasang telepon, baik rumah tangga maupun untuk keperluan bisnis. " Tidak
mungkin permohonan dikabulkan, jika tidak ketemu langsung dengan pejabat
tsb. "Sepertinya semua jaringan dikuasainya. Kalau mau berani bayar mahal
atau istilahnya lewat pintu belakang baru bisa dikabulkan. Sedangkan pemohon
yang melalui jalur resmi seperti mengisi blangko, jangan berharap banyak.
Paling - paling akan dijawab tidak ada jaringan atau jaringan sudah habis.,"
ungkap pemohon tsb.
Permainan Telkom ini nampaknya sudah diatur oleh Kanditel tsb., sebab pada
saat bersamaan ada pemohon yang ditolak, dan ada yang diterima. sedangkan
keesokan harinya kebiasaan seperti itu tetap terulang. "ini berarti Kanditel
tidak transparan.:, ungkap salah seorang warga dengan kesal.
Nasib sama juga dialami oleh Herman, warga Jl. Sultan Agung, Kepada
wartawan, Herman mengatakan bahwa permohonannya tak bisa dilayani, sebab
jaringan 16 Khz habis. Demikian pula Asmuni, pemohon sambungan untuk
wartelnya juga tidak dikabulkan. setelah diselidiki, ternyata di situ sudah
ada wartel milik pejabat tsb. yang takut jika wartelnya disaingi.
Mengenai penuhnya sambungan, ternyata berbeda dengan temuan teknik dari
Telkom Semarang, untuk melayani jaringan telepon rumah dan Wartel di brebes
sebenarnya masih bisa. sebab masih ada beberapa yang kosong. Misalnya kabel
10, baru terpasang 8 saluran, berarti masih ada 2 saluran. " Kalau begitu,
penelitian teknik Telkom Brebes hanya membohongi masyarakat," gerutu salah
seorang warga.
Kondisi ini masih diperparah dengan cara bisnis peralatan Wartel oleh
karyawan Telkom. di Brebes, ada karyawan, penjual perangkat wartel dengan
Kanditel. Misalnya kalau mau mendirikan Wartel tapi tak membeli peralatan
dari karyawan telkom itu, ijinnya tidak bisa keluar. "seharusnya ijin tidak
diperjual belikan," kata calon pemasang telepon untuk Wartelnya yang tak
dikabulkan Pihak Telkom.
Ini semua memang jauh dari motto Telkom yaitu :
" Setia Melayani Anda"
BTW.
dikutip dari Mingguan "Siasat Pos" Edisi 02/Th. I
salam,
Jati
---------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]