> On 26-Jun-2000, Oki DZ wrote:
> > > specnya nanti dia bikin scannernya.  Ini kayaknya bukan yg
> > > diinginkan oleh si penanya, karena gunanya scanner ini ya terutama
> > > utk mengenali tokens dr input stream (dan biasanya kerjanya cuma
> > > itu), lebih tepat dijadikan bagian compiler atau interpreter.

Betul sekali dia memang tidak bermaksud bikin itu (compiler atau
interpreter). Dia cuma mau bikin program C dengan memanfaatkan power regular
expression soalnya pake fungsi-fungsi substring saja belum cukup.

> Dia cuma bilang "regex pake C", kalo maunya mengompile sendiri pattern
> regexnya yg diberi oleh user pada runtime pake regcomp(), lalu
> diexecute pake regexec(), ya berarti bukan pake lex. Kalo lex kan
> harus dispecify regex utk tokennya sebelum dicompile programnya, dan
> gak bisa diganti waktu runtime. (baca di bawah).
>
Tepat sekali.

> Bukan cuma masalah repot, tapi lex itu memang dibuat lebih utk tujuan
> bikin scanner (yg lalu jadi building blocknya parser yg nantinya
> umumnya banyak dipake utk bikin compiler atau interpreter). Jadi
> tujuannya lebih spesifik sedangkan libs regex itu general purpose.
> Seperti ada yg mau bikin html parser ya itu make sense kalo pake lex.
>
Tapi bukan berarti nantinya tidak berkembang ke arah itu. Contoh dari mas
Hizazul itu bisa jadi awal (thanks to him), apa bisa kita bikin semacam
"decomposer" file-file bersyntax HTML sehingga kita bisa ambil informasi
yang kita perlukan saja. Yaa mungkin nanti jadi seperti News Fetcher lah
....

Thanks to all,

BTW: saya temennya.


--------------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke