At 20:20 8/15/00, you wrote:
>Kalo ada yang pernah, gimana kalo dibandingkan dengan mod_perl, mod_phyton,
>php/zend, cgi dengan c/c++. Aku udah pernah coba (fastcgi), emang cepet juga
>sih. Tapi aku masih belum bisa bandingin soalnya aku masih belum begitu
>banyak pakai mod_*, terutama mod_phyton.

secara kinerja keduanya bisa dibandingkan karena sama-sama menyediakan
persistence bagi script kita. sebetulnya saya lebih menyukai mod_fastcgi
karena lebih irit memori daripada mod_perl (pada mod_perl, script kita
terkopikan ke semua child httpd, dan repot menjaga persistence koneksi
database). misalnya, untuk satuklik.com (banner ad system) saya
menggunakan fastcgi. saat ini kedua script utamanya bisa menghandle +-
s.d. 50 request/sec (di dual PIII-550) hanya dengan satu instance fastcgi
script. kinerja ini lebih tinggi daripada jika saya memilih menjalankan
script cgi yang bersangkutan di bawah mod_perl.

tapi, kadang-kadang saya memerlukan mod_perl, sebab -- harap selalu
diingat -- mod_perl *lebih* dari sekedar persistence engine. tujuan
mod_perl *lebih* luas dari tujuan mod_php, yang hanya menyediakan
server-side scripting language agar berjalan lebih cepat dari perl CGI.
mod_perl memberikan kita akses ke API Apache. untuk apa? memberikan
kemungkinan kita bermain-main dengan pemetaan URI -> path, membuat
web proxy, me-log request ke database atau tempat lain sesuai kehendak
kita, membuat skema autentikasi custom, dll. semuanya jadi bisa ditulis
dalam Perl, tidak harus dalam C.

tidak semua orang butuh mod_perl memang. jika hanya butuh menghasilkan
dynamic pages di fase content generation ada mod_php yang sangat
praktis. jika ingin mengakses API Apache dengan bahasa pemrograman
lain, ada PyApache/mod_python. apalagi jika Anda tidak suka dengan
Perl :-)

--
sh


--------------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke