> sejak linux menggunakan metode file system untuk > mengakses driver termasuk socket. Metode ini > menggunakan cara polling. Polling berarti menghabiskan > resource CPU. meskipun menggunakan macem2 metode-nya > seperti blocking dan non-blocking. tapi masih saja > menghabiskan resource.
nggak juga, untuk kasus socket sebagai server-socket (yang modenya "listen"), melakukan accept() untuk menunggu koneksi tidak akan menghabiskan resource. pada prinsipnya kontrol dialihkan ke sistem operasi, jadi accept() ini "blocking", hingga satu saat ada client yang membuka koneksi dan kontrol dialihkan ke program user. tidak ada polling di dalam teknik ini. sama halnya untuk yang menggunakan select() dan karena pada dasarnya handle yang dikirimkan ke select() adalah file-descriptor, kemungkinannya menjadi tidak terbatas. jika Anda menggunakan library seperti Qt (dan GTK ?), main loop dari aplikasi utama sudah dirancang sehingga akan ada select(). sebagai contoh, menggunakan Qt maka QSocket::readyRead() akan dibangkitkan jika ada data yang datang. Anda cukup membuat slot (atau handler) untuk menanganinya, mirip dengan penggunaan "callback". keuntungannya, apa yang terjadi di belakang layar tidak perlu dipusingkan. -- Ariya Hidayat :: KDE/KOffice developer:: www.advogato.org/person/ariya "One OS to rule them all, One OS to find them, One OS to bring them all and in the darkness bind them." -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
