-----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE----- Hash: SHA1
> Yoo, sulit bener njelasinnya, Ya jangan dianggap susah. Banyak contoh bug report yang ada cara reproduce ada di http://bugs.kde.org. Contoh ringkasnya (ini cuman fiktif): 1) buka kdevelop 2) buat project baru 3) buka file cpp yang dihasilkan project tsb 4) edit source-code, aktifkan auto-complete (Ctrl+Space) 5) crash ! Kalo ada langkah-langkah seperti di atas, akan mudah bagi developer untuk melacak di mana kesalahannya karena dia bisa "reproduce". Kalo nggak, silakan kirimkan bola kristal paling sakti... > Pokok point intinya di auto indentingnya, > kalau buat 'notepad' user, ya nggak masalah!, tapi kalau 'Vim' user yang > udah kena setrum indentnya vim, terasa bener-bener sulit di kdevelop Masih nggak deskriptif juga. Apakah maksudnya auto-indent KDevelop nggak mirip sama vim ? Bisa ditulis nggak langkah-langkahnya seperti dicontohkan di atas, plus bagaimana auto-indent yang diharapkan dan bagaimana yang ternyata dihasilkan KDevelop. Btw, udah coba utak-atik menu Options, Editor? > masih banyak lagi sebenernya, cuman sulit bener njelasinnya, lebih > gampangannya, coba aja editing di anjuta, bedakan rasanya sama kdevelop Kalau editornya KDevelop dirasakan mengandung bug, nggak ada jalan lain kecuali menjelaskan apa bugnya. Tetapi kalo masalah selera, ya nggak ada yang bisa disalahkan. Poin lain: menjelaskan mengapa "hijau" lebih disukai dibandingkan "biru" mungkin akan abstrak dan bisa sia-sia, tetapi mengapa perilaku editor Anjuta lebih disukai dibandingkan KDevelop justru dapat sangat deskriptif. > dan masalah templatenya(qt), kalau di autoconf-2.5.3, pada ./configure > scriptnya nggak bisa ngedetect qt-lib, sedangkan kalau autoconf gua ganti > ke 2-.13, normal aja, nggak tahu kenapa tapi ini bermasalah di pc gua( > lognya udah hilang, sorry) deteksi qt-lib nggak tergantung versi autoconf, tetapi pada makro di configure.in.in, biasanya disimpan di file eksternal aclocal.m4. > Satu lagi, kemarin gua udah download kdevelop yg terbaru(dengan harapan > ada sesuatu yg baru), persisnya versi 2.1.3, download, install, jalanin > and error : /usr/bin/kdevelop-real: relocation error: > /usr/lib/libkdevelopqextmdi.so.2: undefined symbol: _ZTI6QFrame > Punya petunjuk..?, filenya udah ada, bawaan dari kdevelop-nya sendiri, qt > gua versi 3.0.3, 2.3.1 and 1.45.6, ingat kdevelop yg lama masih bisa lihat dulu dong kebutuhan kdevelop yang baru. karena ini adalah aplikasi KDE, maka biasanya disebutkan versi berapa kdelibs yang dibutuhkan. contoh: kdevelop 2.1 mensyaratkan kdelibs 3.0.2 (kalo nggak salah), periksa juga versi kdelibs yang terpasang. > Kalau ada saran buat Master randalf, ya.., coba utarakan pakai 'scintilla' > buat editor engine-nya, atau lebih perfect-nya, pakai 'vim' buat > editing-nya, Gua 98% akan ganti IDE gue ke kdevelop kalau udah ada > 'vim'-nya Sebagaimana sudah saya sebutkan, di KDevelop yang akan datang (KDE 3.1 atau 3.2), editornya bisa diganti apa saja, asal ada KParts-nya. sekarang yang sudah ada adalah KParts-nya Kate (yang dipakai juga di Kate & KWrite) dan sedang didevelop adalah KVim. Kalo yang mau volunteer porting Scintilla ke KParts, ya editor tsb juga bisa digunakan langsung di KDevelop (catatan: tanpa perlu recompile KDevelop sama sekali). Ariya Hidayat, KDE/KOffice Developer -----BEGIN PGP SIGNATURE----- Version: GnuPG v1.0.5 (GNU/Linux) Comment: For info see http://www.gnupg.org iD8DBQE9mn4oQq39fOzjUJMRAsHBAJ9zLLGuyppRu5kkJrM6Co2qsHfWZgCfY3/r efTVtxfMGQ5v7VrI9TAU/CI= =ORkR -----END PGP SIGNATURE----- -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
