Untuk fungsi dengan tipe void, berarti dia tidak mengembalikan nilai apapun
ke fungsi pemanggilnya .. so kita bisa dengan simple menuliskan "return" di
akhir fungsi untuk menghindari error message compiler, misal untuk main :
void main(int argc, char** argv)
{
...
return;
}
Apabila kita ingin membuat main mengembalikan nilai dengan tipe integer
misalnya, maka penggalan blok fungsi di atas bisa ditulis ulang sebagai
berikut :
int main(int argc, char** argv)
{
...
return 0;
}
Semoga membantu :)
> Salam,-
>
> waduh, maaf semuanya...
> aku baru tahu, rupanya budaya "propaganda" gk bakal hilang di dunia.
> ternyata berbeda-beda yha cara pemograman di setiap OS.
mungkin maksud ko yang beda itu kompiler nya , karena setiap kompiler itu
memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri ..
mungkin ko sekarang pake kompiler turbo C dari borland <entah keluaran
taun brapa itu> , terus di gnu/linux pake kompiler dari gnu , atau gcc
<gnu c compiler> yang jauh lebih baru dan lebih canggih..
> btw..
> script setelah #include seharus nya " void " apa " int " sich ?
> di linux " void is not int " itu pesan yg keluar saat saya compile.
standard nya sii kalo main gak pake void berarti mengeluarkan hasilnya
integer, kalo pake void berarti keluarannya tidak memiliki tipe data
tertentu ..
makanya kalo hasilnya harus integer, dia nolak kalo kita kasi void .. :D
> newbie banget nech...
welcome to the jungle - gnr
> mas Ronald, kapan buku nya nich ?
>
> salam,-
> --
>
salam
-------
rizahnst
admin mau serius :))
yellow internet cafe, sm raja 160c medan
http://rizahnst.afraid.org/
-------
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php