Quoting adi on Thursday, 27 September 2001 : <!-- responnya lama, maklum ... malam ini lagi dodol -->
> sebenarnya ukuran file tidak mencerminkan konsumsi memory yang > sesungguhnya. AFAIK, penggunaan memori sesungguhnya diperkirakan dari ukuran file itu sendiri + proses yg dijalankan. > Ok. back to topic :-) Untuk mail system in general, issunya adalah > (disk) I/O bound. Dengan mini-qmail, kita bisa menghindari issue > ini, karena dengan qmqpc, message(s) tidak diqueue locally tapi > langsung dikirim ke qmqp server. Sedangkan kalau kita install full > mta, yang nota bene perlu queue locally dulu, maka masalah I/O ini > menjadi issue. Tergantung load juga sih ... kalau untuk yang ini, > dihitung-hitung sendiri lah :-) Pengennya mo ngirit IP, malah jadi tambah ruwet gini .. x( Dari penjelasan2 di atas, berarti di router/gw pasang mini-qmail dan di server internal dipasang qmail/postfix. Berarti kesimpulannya (hasil semedi semalaman): 1. SMTP ke dalam (terima) yg menangani qmail-qmqpc yg kemudian diteruskan via QMQP ke qmqpd (either qmail atau postfix). 2. SMTP ke luar (kirim) langsung ditangani SMTP server internal (NATed). 3. POP/IMAP dengan mudah ditangani oleh portforwarder. Pertanyaannya (to oet: bukti kalau tiap kesimpulan masih bisa didiskusikan.. ;): 1. Bagaimana dengan proses SMTP-after-POP? Biasa saja atau perlu dikutak-katik lagi? 2. SMTP-after-POP lagi, tapi di server internal pakai Postfix? BTW, sebenarnya masih ada jalan keluar kalau di gw pasang MTA full. Untuk mengatasi masalah I/0 (yg biasanya di gw mepet), pasang NFS. Hehe .. tapi malah tambah ribet. BTW lagi, misalkan ada skenario kalau *hanya* membuat web-based email, dimana WWW server ada di server internal juga, maka di gw port 25+110 nggak perlu LISTEN. Betul? 8) /.detta -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
