> dr pengalaman ini gue ngeliat kalo Linux sebenernya bukan
> biang kerok sebuah aplikasi mati (maksudnya si kernel),
> tapi aplikasi sendiri atau library yang dipake yang memang
> masih dodol. spt kasus netscape yang ngilang, absolutely
> salah si netscape sendiri, library2nya, atau java-nya.
>
iya nih, netscape 5 yg katanya pakai gtk mungkin bisa menghilangkan
masalah ini. tul gak?
> saran2:
> - gunakan window manager yang paling efisien make memory,
> tapi kita cukup puas dengan fungsinya, apapun window
> manager itu, asal cocok dgn kebutuhan kita (gue sih
> pengan bilang E ;),
di sini pakai windowmaker :)
ups entar jadi flame war, heheh tergantung selera masing sih yah. mungkin
entar kalau komputernya dah rada tinggian dikit memory sama prosesor nya
baru pakai E + Gnome
> - jangan pake desktop manager (Gnome maupun KDE), khususnya
> kalo buat yang sudah mulai terbiasa dgn environment X
> window, krn desktop manager sampe saat ini baru bisa
> jadi piranti pembantu agar tidak kagok ninggalin desktop
> style win. jalan yang harus ditempuh desktop manager
> agar bisa berfungsi dengan baik dan efisien dalam
> make memory, masih cukup panjang.
> - jangan set desktop dan virtual desktopnya terlalu banyak,
> set seperlunya, 2 desktop dgn masing2 2 virtualk desktop
> di dalamnya sudah cukup untuk keperluan pemakaian yang
> moderat.
mo tanya nih, kenapa di E ada desktop & virtual desktop gitu? fungsi
sebenarnya untuk apa sih? tapi keren juga sih itu desktopnya bisa digeser2
jadi keliatan setengah2 :)
tapi buntut2 nya jadi bingung, mau dibagi menjati desktop atau virtual
desktop.
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com