Andy wrote:
> taruhlah semua aplikasi yang kita jalanin menggunakan toolkit yang sama,
> misalnyg gue ngotot pake Gtk based semua, setiap aplikasi akan load
> library ke suatu space sendiri kan?
GTK udah punya standard dynamic shared library belom ?
> berarti, biarpun toolkitnya sama,
> tetap saja pake address space yang berbeda, yang akibatnyanya tentu
> resource tersebut akan semakin banyak digunakan krn makin banyaknya
> aplikasi yang jalan,
dengan adanya cache memory masalah beda address space kan bisa diatasi ?
lagian misal ada satu standard dynamic shared library macam *.dll di
windogs tentu akan banyak menghemat space memory secara keseluruhan. dan
ini akan menaikkan performance dari X (terutama) di linux.
> mudah2an sekarang udah sama, tinggal cocokin harga doang ;),
hahaha ... tapi gimana ttg dynamic shared library yang standard ? ;)
> kalo dari dulu maksudnya case yang ini gue setuju, maksudnya tentu adalah
> something standard, bukannya standard something,
yah ... setuju deh istilahnya ;), something standarized. tapi, btw, ini
benar-2 butuh jiwa besar dari linux 'kubu eropa' yg dikomandoi suse dan
mengangkat Qt sebagai GUI platform dan juga linux 'kubu amerika' yg
dikomandoi redhat yg berGTK ria (meskipun dgn malu-2 juga masukin KDE)
untuk mulai ngobrol-2 masalah ini.
btw, kasus ini udah jadi flames war di milis-2 X/linux ;).
> sama-sama, berbeda itu indah kok ;),
seandainya negara ini kaya kita juga ya :) ...
http://www.openbsd.org
"Sending Kiddies to /dev/null since 1995"
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com