>Yang harus diingat :
>+ Posisi IDE device utk harddisk ybs harus sama (misal : hda ke hda,
>  jangan hdc ke hda.)
>  Boleh beda, tapi harus ada pengubahan di /etc/lilo.conf setelah
>  masuk ke Linux.
Lebih baik, bootdisk disiapkan saja. Saya pindahkan dari PII 128 MB ke P200
64 MB, sama2 hdc, LILO nya ngadat. Saya pakai bootdisk, mount root ke hdc,
jalanin lilo, beres.

>+ Kernel tetep pakai kernel bawaan waktu install. Kalau udah direcompile
>  untuk Prosesor tertentu, dijamin tidak bisa dipasang di kompie
>  yang prosesornya tidak setara.
Yg unik untuk kasus saya, saya udah compile ulang untuk PPro, tapi bisa
jalan baik di Pentium200. Tapi, berhubung ngga berani aneh2 (krn ini mail
server), saya compile ulang lagi kernel nya.

Pengalaman lain:
Probing NIC Linux emang hebat. Saya compile kernel untuk probing Intel
EtherExpress DAN NE2000, krn tadinya pakai Intel EtherExpress. Trus, krn
ada komputer pakai NE2000 yg mau dipasang NT, tapi ngga kedetect terus2an,
kami swap NIC nya, dan di Linux ngga perlu setting apa2 lagi, langsung
berhasil probing =)

- irving

--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com

Kirim email ke