Tukar pengalaman nih,

Saya install Win95 OSR2.1, NT dan Suse dalam satu disk nggak ada masalah
(kalo awalnya sih tetap ada masalah, cuma saya cerita pas udah
berhasilnya saja) :

HD 13 GB, saya partisi jadi 3 primary dan 1 extended (Catatan : Maksimum
1 disk hanya ada 4 primary atau 3 primary dan 1 extended).
- Windows 95 OSR2.1 FAT 2 GB (C:) - primary
- Windows NT 4.0 Server NTFS 2 GB (C:) - primary
- Linux SuSE 6.1 ext2 3.7 GB - primary
- Extended partition 4.7 GB, dibagi jadi :
        - Linux swap 133 MB - extended
        - Disk FAT 2 GB (D:) - extended
        - Disk NTFS 2.5 GB (E:) - extended

Untuk OS Manager saya menggunakan System Commander Deluxe 4.0. Untuk
Linux, partisi untuk boot harus dibawah cylinder 1024. Harddisk 13 GB
(total cylinder 1582), batas cylinder 1024 ada di 8 GB. Jadi usahakan
install partisi boot untuk Linux pada 8 GB pertama dari harddisk.

Hendra wrote:
> Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Saya setiap install
> Linux (RH atau Suse) selalu install di partisi extended,
> tak pernah ada masalah tuh.

Benar yang dikatakan Mas Hendra, Linux bisa di-install di primary atau
extended. Cuma tetap HARUS dibawah cylinder 1024.

Sampai saat ini SuSE Linux-nya masih jalan, cuma belum 'diakrabi' saja.
Agak 'ngeri' saja, soalnya untuk root hanya pake satu partisi. Katanya
agar aman untuk partisi /usr lebih baik dipisah jadi partisi sendiri.
Benar seperti itu ? Terus berdasarkan pengalaman, partisi apa saja yang
SEBAIKNYA dibuatkan partisi tersendiri ? Bagaimana dengan pembuatan
partisi tersendiri di extended partition, apakah ada masalah ?
 
Mungkin itu sedikit pengalaman instalasi Linux 'nyampur' dengan OS lain.
Dan tanggapan rekan atas pertanyaan di atas saya tunggu (nggak maksa kok
untuk njawab).

Budhi Soeprijanto


--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke