On Fri, 11 Feb 2000, Gerry Santoso wrote:
> Nah, kebetulan klien saya ini minta tambah POP3 di webhostingnya,
> yang defaultnya adalah maildrop. Jadi situasi di webhostingnya
> ada 2, 1 mail drop, dan 1 (mungkin lebih) adalah POP3.
Kalau mailboxnya beda, harusnya bisa (tapi rada sulit)
> Setelah berpusing2x ria, akhirnya klien saya ambil keputusan tambah
> second domain di webhostignya dia, jadi [user]@komputer.saya.co.id.
> Jadi situasi akhir, untuk Intranet pake [user]@saya.co.id, tapi
> untuk ke luar daerah pake [user]@komputer.saya.co.id. Dan settingan
> qmail di /var/qmail/locals di kembalikan ke semula. Dan semua
> staff agak "berlega" hati. Setelah obok2x mail server 1 minggu. :)
Sebenarnya memang cara yang terbaik adalah seperti di atas, jadi dari
cabang lain dibedakan subdomainnya, kalau memang mau menggunakan domain
yang sama, harus ada koneksi direct dari cabang ke pusat.
Walaupun bisa, tetap saja administrasinya jadi lebih sulit, misalnya
menggunakan sendmail dengan fasilitas virtual domain mungkin bisa
di-terapkan.
BTW: kenceng juga ya proyeknya.. :-)
regards
Purwanto
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]