On Tue, 29 Feb 2000, P.Y. Adi Prasaja wrote:
> Untuk email, caranya relatif mudah, jangan menggunakan referensi
> ip sama sekali, gunakan saja hostname (domainname).

Memang menggunakan domainname, tapi kan tetap saja, saat DNS servernya
ditanyai, berapa IPnya domain tersebut. Pada dasarnya, TCP/IP kan
berkomunikasi via nomor IPnya, nama domain digunakan untuk memudahkan kita
mengingat alamat. 
 
> Saat satu hostname down, assign ip khusus pada domain tsb. yang
> mana definisi mailertable ke ip yang dimaksud, default, deferred.

Gnudip bisa set ini; dengan gdipc -r di mesin client, setting IP untuk
domain yang digunakan di-set ke 0.0.0.0.

> Belum tahu set di sendmail gimana, tapi kalau di postfix tinggal
> set 'transport' table, key=ip value='defer:'. Belum tahu juga apakah
> ini akan berjalan seperti yang dimaksud :-)

Ini buat me-defer emailnya. Kalau hendak mengirim (sambungan sudah on),
servernya kan tetap saja perlu nomor IP. 

Nampaknya sih pakai Gnudip cukup memungkinkan untuk punya mail server di
koneksi Internet yang pakai IP dinamik. Hanya saja, gdipc-nya mesti
dijalankan dengan timing yang pas; misalnya saat nyambung, bisa dipasang
di /etc/ppp/ip-up. Yang jadi problem mungkin saat sambungannya down; 
/etc/ppp/ip-down dijalankan setelah koneksi terputus. Bisa saja gdipc-nya
dijalankan manual, tapi gimana dengan kemungkinan mail spool yang belum
sepenuhnya terkirim. Pakai option "idle" di /etc/ppp/options juga susah,
kan line-nya bisa jadi dipakai warnet juga.

Oki




--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke