On 07-Apr-2000, John Indra wrote:
> Jadi sampe sekarang, saya masih berpendapat, surfing di Internet dengan
> account root? Siapa takut? Provided: sang empunya komputer tersebut, nggak
> peduli apa OS-nya mengerti security TCP/IP.

Namanya manusia, biar secanggih apa pun, suatu saat bisa selip. Selip
bukan berarti disengaja, tapi kadang pas tidak sengaja, misalnya
kebiasaan roll history (pake atas-bawah) di bash, trus langsung pencet
enter tanpa bener2 dibaca apa yg mau diexecute. Contoh lain: mouse
kepencet nggak sengaja. Atau pas lagi kesel keyboard digebuk lalu
nggak tau apa yg terkirim oleh si keyboard tau2 komputer hang. 

Ini saya berbicara dalam konteks penggunaan root untuk kegiatan
sehari2, bukan spesifik untuk surfing saja.

Saya rasa nggak sulit, dan lebih banyak manfaatnya ketimbang ruginya.
Begitu butuh baru su, jalankan perintahnya, langsung exit. Seberapa
seringnya sih harus pake wewenang superuser kalo untuk kegiatan
sehari2 seperti surfing, baca email, ngetik, dll?

Pada akhirnya ya terserah si pengguna sendiri, kalo dia merasa yakin
dan confidence menggunakan root, ya itu tanggung jawab dan hak dia
sendiri. Cuma kalo ada apa2 jangan nyalahin OS-nya, misalnya setelah
nggak sengaja rm -rf / lalu protes gini: "katanya Linux canggih, masa
membiarkan user nggak sengaja menghapus harddisknya", nah sudah
dianjurkan jangan pake root kan?

Saya cuma bisa menganjurkan, soalnya pernah mengalami juga. Makanya
jangan sampe orang lain juga mengalami disaster gitu, kecuali pingin
ngerasain sendiri :)

        Ronny

--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke