Ma'af bila OOT dan crossposting, sehingga ada yang merasa terganggu.
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Saturday, October 28, 2000 9:10 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: Important news
>
>
> Liputan6.com, Cilegon: Peritiwa tak sedap terjadi di PT Krakatau Steel.
> Pabrik baja di kawasan Cilegon, Banten, itu telah kehilangan 21 unit
> sumber radioaktif. Gawatnya, belum semua bahan berbahaya itu diketahui
> keberadaannya. Sejauh ini, baru tiga unit yang ditemukan tercecer di
dekat
> lokasi gudang penyimpanan. Sebanyak 18 unit sisanya, tak jelas ada di
> mana.
>
> Hal itu terungkap saat Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), menerima
> laporan mengenai hilangnya 21 unit sumber radioaktif cobalt 60 dan
> americium 241 beserta kontainernya, Senin (23/10). Barang tersebut
> diketahui hilang dari gudang radioaktif, ketika petugas melakukan
> pengecekan pada Jumat pekan silam. Unit radioaktif itu digunakan untuk
> mengontrol ketebalan baja cair di unit produksi lembaran baja.
>
> Sebetulnya, setelah diketahui hilang, beberapa petugas sempat mengecek ke
> lokasi penyimpanan. Saat itu, diketahui pagar menuju PT Krakatau Steel
> telah dijebol, sehingga dapat dipastikan orang yang tak bertanggungjawab
> telah mencuri unit-unit sumber radioaktif. Dari pengecekan pukul 15.00
> WIB, Senin kemarin, ditemukan tiga buah unit yang telah dibongkar dan
> terlepas dari kontainernya.
>
> Hingga kini, pencarian terus dilakukan, bahkan, sampai ke tempat
> penampungan besi bekas di daerah sekitar pabrik. Tapi, para pengumpul
besi
> tua menyatakan tak menerima. Kasus pencurian sumber radioaktif ini telah
> ditangani Kepolisian Resor Cilegon dan telah diberitahukan kepada camat,
> lurah serta tokoh masyarakat setempat.
>
> Bahaya Mengancam
> Boleh dibilang, bahan radioaktif yang hilang itu sangat berbahaya. Bila
> dipegang dengan tangan tanpa pelindung, kulit bisa melepuh. Parahnya,
> sehari kemudian, si pemegang bisa meninggal dalam rentang waktu beberapa
> tahun kemudian.
>
> Hilangnya 21 unit sumber radioaktif milik PT Krakatau Steel dikhawatirkan
> akan disalahgunakan pihak tak bertanggungjawab atau bahkan dibuang secara
> sembarangan, sehingga dikhawatirkan pula, ditemukan orang yang tidak
> mengetahui tingginya bahaya radiasi benda tersebut.
>
> Ciri-ciri kontainer atau wadah yang dipakai untuk tempat sumber
radioaktif
> tersebut berwarna abu-abu, terbuat dari timbal atau timah hitam. Seluruh
> wadah tersebut mempunyai gambar tanda radiasi dengan dasar kuning.
> Sedangkan sumber radioaktif tersebut berbentuk bulat panjang mengkilat
> seperti antena, dengan panjang sekitar 20 sentimeter dan diameter 1
> sentimeter.
>
> Sifat radiasi unit sumber radioaktif tersebut tak mudah dikenali. Bahkan,
> terlihat seperti barang yang tak berbahaya, karena tidak berbau, tidak
> terlihat, tidak berwarna, serta tak panas bila disentuh.
>
> Unit sumber radioaktif tersebut memang amat berbahaya bagi keselamatan
> manusia. Sebab, bila dipegang dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh.
> Dimulai dengan kulit melepuh seperti luka bakar, yang timbul dua hari
> kemudian setelah orang tersebut memegang benda itu selama satu jam.
>
> Sebagai perbandingan, Februari silam, di kota Yangon, Peru, seseorang
yang
> mengantongi sumber radiasi cesium 137 secara tidak sengaja selama satu
> jam, terindikasi seperti luka bakar satu hari kemudian.
>
> Luka bakar tersebut terus membesar dari hari ke hari hingga enam bulan
> kemudian, kaki yang terkena radiasi terpaksa diamputasi. Bahkan, sepuluh
> bulan kemudian orang tersebut meninggal dunia karena luka radiasi terus
> merambat ke bagian tubuh lain.
>
> Waktu paruh dari sumber radiasi cobalt 60 sekitar 5 tahun, sehingga
> diperkirakan baru 25 tahun kemudian dapat dinyatakan aman bagi manusia.>
> Sedangkan waktu paruh dari amerisium 241 sekitar 254 tahun, sehingga
> diperkirakan ribuan tahun kemudian dapat dinyatakan aman.
>
> Mengingat berbahayanya unit sumber radioaktif tersebut, Kepala Bapeten
> Doktor Mohamad Ridwan meminta masyarakat luas waspada dan berhati-hati
> bila menemukan benda dengan ciri-ciri dimaksud. Masyarakat juga diimbau
> untuk langsung melaporkan penemuan benda yang dimaksud kepada kepolisian
> terdekat, kepada kepala bapeten dan manager divisi keselamatan kesehatan
> kerja dan lingkungan hidup PT Krakatau Steel.(RSB/Tim Liputan 6 SCTV)
>
>
> PLEASE ,..AND PLEASE FORWARD THIS INFO TO YOUR BEST FRIEND OR ANY BODY YOU
> KNOW !!!!
> PLEASE ,..THIS IT'S DANGER FILE .
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]