Dicky 'Mas Saint' wrote:

> ----- Original Message -----
> From: "John Irwanto" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
>> beda pendapat itu biasa dan wajar lah :-)
>> 
>> 
>>> NB : Sekedar tambahan ... kesuksesan Microsoft bukan karena
>>> management atau  marketing strategy lho ... melainkan :
>> 
>> dari semua pendapat anda hanya sepotong diatas lah yg saya
>> tidak sependapat.
> 
> NB : Produk Microsoft memang bagus, saya tidak membantah soal ini ... wong
> saya juga pake koq ... karena itu banyak orang pakai
> tapi bukan karena kesuksesan marketing strategi ... =) karena memang orang
> butuh produknya Microsoft ... ini strategi Microsoft, membuat orang merasa
> butuh sama produk dia, dan dia menguasai produk yang dibutuhkan orang2 ...
> =) (eg. Visio)

Bicara Microsoft, mending bicara OSnya dulu...
IMHO, Microsoft memang berjaya karena strategi pemasaran kok, dia tau 
betul bagaimana memanfaatkan iklan, mind-share (dan juga FUD). Lalu, 
dengan pasang harga, maka orang juga mengasumsikan ada "sesuatu" yang 
bagus dibalik harga itu. Selain itu, karena memang ada harganya, orang 
juga bisa ikut berbisnis dengan berjualan produknya. Lalu, produknya 
juga banyak virusnya, orang lain juga mengambil manfaat (berbisnis) 
dengan keadaan itu. Disamping itu, produknya juga buggy, jadi, 
kesempatan membuat upgrade (yang bayar tiap upgrade) jadi besar; di situ 
juga ada duit yang bisa ditarik. Jadi, sebenarnya yang berbisnis bukan 
hanya Microsoft sendirian, juga "anak buah kapal" yang siap "menambal" 
apa saja yang "bocor" (bug di OS); ya tentu saja, toh dalam proses 
tersebut mereka bisa berbisnis (memperoleh uang).

Jadi, soal bisnis sih, MS memang jagoan. Ya selama masih banyak orang 
yang kurang tahu mengenai komputer, bisnisnya ya bakal berjaya. 
Bayangkan, perusahaan mana yang bisa menanamkan pikiran kepada pengguna 
komputer bahwa "rebooting" adalah prosedur standar? IBMpun sampai-sampai 
mengeluarkan server yang auto-boot setelah sekian waktu (untuk mengatasi 
NT yang mesti di-reboot kalau sudah kelamaan berjalan).

Tentu, tiap orang punya pilihan.... yang tidak keberatan rebooting 
periodik + virus + security di filesystem yang kurang (bukan NT atau 
lebih), ya tentunya bisa pakai produk Microsoft. Setidaknya, kalau Mac 
OS X jauh dari jangkauan, ke Linux masih problem di-setupnya, MS 
memberikan GUI yang cukup menghibur dan juga cara install yang tidak 
terlalu rumit (walau mungkin tidak optimal terhadap PC yang digunakan). 
Tapi... IMHO, dalam waktu mendatang saat Gnome sudah mapan dan meluas 
penggunaannya, bisa kita lihat ke mana pilihan orang akan diarahkan. 
Lagipula, kalau suatu saat bisnis sistem software lebih berat ke 
pelayanan (service), mungkin orang malas beli software-nya; mereka bakal 
cari solusi dan tak peduli softwarenya mesti bayar apa free (kalau free 
dan handal, kenapa mesti beli?).

Oki
ps: Pakai Debian Linux, masang program pakai apt-get jauh lebih mudah 
daripada pakai Install-Shield di Windows, IMO; terutama soal mengatasi 
konflik dan ketergantungan (libraries).


--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke