Caranya gimana mas Oskar ??? kasih contoh dong mengarahkan hasil installan ke
l/usr/lokal.

Apakah filo sourcenya (*.rpm) harus ada didirektory /usr/local

Oskar Riandi wrote:

> On Wed, 10 Jan 2001 13:03:59 +0700
> Bambang MS <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Linuxnya..Penyelesaiannya, saya menggunakan ajian sapu jagad alias
> > re_install Linux.
> > dan akhirnya berhasil main redhat lagi dech..... he...he...he...(sambil
> > sedih, soalnya semua email milist yang saya kumpulkan jadi hilang lagi).
>
> Waduh Mas...mau bunuh tikus satu kudu bakar rumahnya tho :-)
> Ya wis nggak po-po, lha wong sudah terjadi ^_^;;
>
> Lain kali, biar arsipnya tidak hilang, waktu install linux, partisinya
> jangan cuma / sama swap saja. Minimum tambahkan /home.
> Jadi kalau ada apa-2 dan "suangat terpaksa sekali" harus install ulang,
> yang diformat cuma / dan swap saja, /home nya aman (/home nya jangan
> ikut-2an di format).
>
> Ada baiknya /usr/local juga dibuat pada partisi sendiri, agar program-2
> hasil compilasi dari source tetap aman meskipun linuxnya diinstall ulang.
> # Dengan catatan, setiap install paket dari source --prefix nya diarahkan
> ke /usr/local
>
> --
> Oskar Riandi
> [EMAIL PROTECTED]
>
> --------------------------------------------------------------------------
> Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
> Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
> Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
> Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]


--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke