On Wed, 7 Feb 2001, Kusnadi (QC) wrote:
>       Rasanya saya frustasi menggunakan LINUX ini, bebrapa kali setup
> beberapa kali mencoba setting Network masih tetap tidak berhasil. Apakah
> memang saya yang benar-benar tidak tahu atau memang LINUX ini yang biikin
> saya bingung kebelinger.

Sudah berapa lama sih pakai Linux? Baru banget...? Kok sudah frustasi. Apa
sudah pernah otak-atik /etc/fstab terus setelah boot "kernel panic"? Bikin
script buat mempercepat instalasi diskless, dan lalu gara-gara ada
variabel perl yang kosong lantas root direktori dari klien diskless itu
kehapus semua? (Padahal, setting network per direktori itu sudah di-set;
ada 50an, lumayan kan, settingnya juga satu-satu.) Pernah pasang dua versi
kernel, lantas karena versi sebelumnya dirasa tidak perlu, lalu rm -rf
/lib/modules/<versi_kernel_lama> dan ternyata setelah reboot lilo masih
lari ke kernel yang lama gara-gara lupa set /etc/lilo.conf? (coba saja
iseng, hapus direktori modul itu, terus boot, dan lihat efeknya >:-) 
Banyak lagi, dan banyak lagi... Jadi kalau mau frustasi, saatnya bukan
sekarang, baru soal Samba kan...? 

BTW, saya mau tanya ke yang lain, untuk /etc/fstab dan rm -rf modules di
atas itu, mengatasinya bagaimana...?

>       Sekarang saya berencana mengganti OS server dari win98 ke LINUX
> Mandrake.

Ya mungkin yang perlu ditanyakan adalah sejauh mana keperluannya.
Stabilitas? Fitur networking yang lengkap? Menghemat sumber daya mesin?
Jadi ada alasan kuat untuk "berlelah-lelah" pakai Linux.

>       Mungkin ada yang berkenan menerangkan secara rinci step-by-step
> setting network pada server tesebut.

Wah, kalau penjelasannya lengkap, jadi lama dong. Satu step awal saja
dulu. Pasang suport untuk samba di mesin Linuxnya. Ada problem, tulis di
sini. (Ya maksudnya, yang tahu Samba juga banyak di sini; soalnya saya
sendiri mau print ke mesin Windows juga belum selesai settingnya.)

BTW, LinNeighborhood keren juga ya...? Dengan kata lain, Linux itu
superset dari mesin Windows; Linux bisa Samba dan NFS. Windows tak bisa
NFS (setidaknya defaultnya). Oh iya, ternyata ada journaling yang lebih
keren dari ReiserFS (katanya Linux Gazette), yaitu XFS
<http://oss.sgi.com>. Tapi... sementara ini, ReiserFS nampaknya sudah
mencukupi, yang penting speed sudah kerasa.

Oki



--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke