On Fri, 23 Feb 2001, William wrote:

> Kenyataan menunjukkan bahwa untuk modus GUI, Win98 lebih cepat dan sempurna
> daripada Linux, meski tiak 100%. Jadi, jangan berharap bahwa 486 anda akan
> berfungsi baik dengan GUI Linux.
> GUI di Linux juga bisa error, misalnya "main memory shortage". Atau error
> "kernel panic". Pada dasarnya semua OS tidak ada yang sempurna tetapi menuju
> pada kesempurnaan.

IMO, kalau Linux memang selalu disempurnakan. Kalau M$, memang 'dirawat'
untuk tidak sempurna. Misalnya, sudah berapa tahun sih virus beredar. Lama
sekali kan...? Udah gitu, tetap saja filesystem yang digunakan tetap tidak
ada ijin akses (non-NT dan turunannya). Padahal, dengan fitur ijin akses
saja, file yang berkaitan dengan sistem bakalan tak bisa dihapus oleh
virus. Mengapa demikian, ya karena memang ada bisnis di situ. Perusahaan
software anti-virus, sebagai "onderbouw" M$, dianggap sebagai partner
bisnis yang bagus oleh M$;  logikanya, kenapa mesti takut virus, toh ada
antinya, sementara itu, bisnis tetap berjalan, malah bermunculan
perusahaan anti virus. Apa artinya? Bagus? Atau buruk? Saya pikir sih
bebas saja melihatnya;  seandainya ada dokter yang 'memelihara' borok yang
relatif tak tersembuhkan pasiennya supaya dia dapat penghasilan yang
menerus sebagai hal yang bagus, ya bagus saja. Kalau tidak, yang memang
sepertinya keterlaluan.

> Seringkali orang salah mengerti, mereka pikir Linux akan mengubah mesin
> Win98 lebih cepat.

Saya pikir sih lebih hemat resources, misal, memori. Dengan kata lain,
bisa relatif lebih cepat, misal, karena terjadi thrashing (swap-in,
swap-out terus-terusan karena memori sudah mepet). Untuk sistem yang lebih
irit memori, dengan mesin bermemori sama, tentunya thrashing belum
terjadi, sementara itu yang satunya lagi sudah.

> Yang jelas Linux bagus di Network dan Workstation non GUI, sedangkan
Win98
> bagus di Workstation GUI.

Win98 bagus apanya sih? Tampilan? Bisa punya virtual desktop? Virtual
workspace? Bisa remote display? Bisa punya lebih dari satu window manager?
Lebih bagus performansi? Kalau Windows windownya hang, mesinnya tidak
hang? (FYI, seumur-umur sih rasanya di Linux tak pernah mengalami wm yang
segfault.) 
 
> Aplikasi GUI Linux masih belum matang, karena KDE dan Gnome tidak satu hati.

Ya memang tidak perlu, karena mereka memang bergerak di bidang yang sama;
desktop manager. Dengan kata lain saingan. 

Kalau mau bicara yang sehati, Gnome dan window manager yang digunakan.
Sama juga buat KDE.

> Meskipun ini bagus dari sisi IT tetapi dari sisi bisnis (pengguna komputer
> secara umum, misalnya sekretaris dan accounting) tidaklah bagus. Apalah arti
> beli komputer Rp 15 juta (lengkap dengan Win98 dan Ms Office) untuk
> menjalankan bisnis milyaran rupiah?

Tadi saya sempat baca posting lain... betul juga, 15 juta itu akan nambah
kalau komputernya berisi data penting dan kena embat virus.
 
> Herannya banyak Linuxer (terutama yang veteran dan jago) sering menjelekkan
> MS. Saya setiap hari memakai RH dan Win 98. Hampir 10 tahun pakai Win
> sedangkan Linux hampir 3 tahun. Dan saya lihat bahwa keduanya tidak
> sempurna. Keduanya saling melengkapi, Linux di Server dan Win98 di
> Workstation. NT di SOHO (Small Office Home Office)

Problemnya sih hanya masalah persepsi; lingkungan bisnis kan masih susah
menerima "barang gratisan" dan tidak ada institusi yang bisa dikomplain
kalau terjadi sesuatu. (Walau, membaca posting Bung Made yang ada link
tentang warranty dari M$, akhirnya sama juga, sudah beli, tapi tetap tidak
bisa diapa-apakan.)
 
> LINUX vs WINNT di SOHO
> Untuk aplikasi SOHO jelas WIN NT lebih unggul. NT sangat matang untuk SOHO.
> Kecuali ada orang Linuxer yang ANEH, mengagungkan kemampuan 486 untuk Server
> Linux. Ingat, h/w sekarang sudah canggih dan murah. Perusahaan umumnya punya
> dana untuk ini (kecuali perusahaan kecil atau pelit).

Matang apanya? Coba lah dijelaskan.
NT 4.0, apa punya journaling filesystem? Berapa besar ukuran
dari satu filesystem yang bisa diakses?
 
> LINUX vs NT di Internet Server
> Linux jelas unggul unutuk mail server dan web server yang lebih besar
> daripada SOHO, misalnya untuk urusan Internet. Memakai NT untuk server
> internet sama saja dengan bunuh diri (meski secara pelan-pelan)

Asal ada support yang memungkinkan menjalankan server Linuxnya, keunggulan
itu akan bisa dicapai. Kalau tidak, booting mesinnya saja belum tentu
bisa (asumsinya, beli belum diinstall). 

> Jadi, bukalah pikiran anda, lakukanlah perbandingan yang proporsional dengan
> mengacu pada target tertentu (misalnya: jangan bandingkan GUI dengan non
> GUI)

Memang, mestinya demikian.
 
> PERKEMBANGAN LINUX
> 
> Melihat gejala IT (bukan gelaja PASAR/MARKET) TELAH terjadi perubahan besar
> dan support untuk LINUX baik secara nyata maupun secara mental (pendukung
> saja tetapi tidak ikut membangun Linux).

Menggunakan saja, IMHO, sudah berarti memberikan support. Misal, untuk
setting server, tak akan bisa "click and forget", ada saja detail yang
mesti dikerjakan, dan biasanya perlu editor teks. Via milis/newsgrouplah
support tersebut diberikan (bagi-bagi pengalaman gitu...)

> Mungkin suatu saat Win2000 akan free. Sama seperti Linux, free tetapi BAYAR

Teramat kecil kemungkinannya. Kalau dibuat free, apa yang didapat oleh
pengguna produk M$? Setidaknya, sekarang ini pengguna M$ (yang beli legal) 
setidaknya bisa 'bergaya', punya uang buat beli barangnya dan bayar
support. Walau kadang buggy, ya biar saja, toh tidak setiap detik hang. 
Buat pengguna Linux, gayanya di sisi lain, setidaknya mereka bisa bilang: 
hey, I'm not that clueless anyway... I've learned something (ini buat
pengguna desktop, dari sisi penggunaan OS). 

> juga untuk mendapatkan technical supportnya dari RedHat! Karena itu makhluk

Memang, dari support itulah bisnis Linux bisa berjalan. Dari mana lagi?
Gratis semuanya? Barangnya dan supportnya? Memangnya bisnis amal....

> IT harus waspada dan secepatnya mempelajari Linux. Jangan takut, coba saja
> install Linux tetapi jangan pula konyol (menginstall tanpa membaca dahulu
> buku panduannya). Baca saja buku panduan Linux apa saja, baik buku maupun
> internet. Lagi pula sekali mendayung beberapa pulau terlampaui, kerena Linux
> mirip Unix.

Tentu saja, mesti bersiap-siap sebelum terjun ke kolam.

Oki

--
                        God must have been using Emacs (instead of vi).
                        He created the Universe for days anyway,
                        so basically loading time is no object. 


--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke