Quoting fade2blac on Monday, 09 April 2001 :

> Bisa.. diutak atik aja inittabnya, pada runlevel tertentu, tidak invoke getty, tapi 
>langsung aplikasinya.
> Saya pernah coba. Lebih lagi kalau gettynya di marking, maka virtual consolenya 
>tidak aktif, sehingga user
> nggak bisa apa-apa. Ini biasanya diterapkan di aplikasi server komersial yang 
>dibundel dengan SO Linux.
 
Makasih mas .. 8)
Bisa minta contoh aplikasi server komersialnya?
 
> > untuk maintenance/single user dapat dicapai dengan memberikan parameter 1
> > pada saat boot atau [sS]. kedua cara ini ada perbedaan. silahkan amati di
> > komputer anda.

Setahu saya, di Slack parameter 1 atau S itu sama saja.
# Script to run when going single user (runlevel 1).
su:1S:wait:/etc/rc.d/rc.K
 
> Ini yang saya masih heran di slackware, biarpun single, tetep minta password. 
>Ujung-ujungnya kalau ada masalah diboot pake disk boot & root terus di mount. Nah, 
>yang diotak atik bash-nya apa initnya yah ?

Waduh .. kok ya nggak kepikiran kalo ada kemungkinan Slack ngotak-atik bash
atau initnya. Bisa dicoba ... 8))

BTW, jadi inget kalo pernah sempet mati kutu di server Slack yg lupa
password dan nggak ada disk/cdrom .. hehe .. masuk ke "super single mode" 
(baca: init lansung panggil shell), adanya cuman ed .. bingung makainya. 
Keenakan pakai vim sih ..

Nah, setelah kursus kilat tebak-menebak password dengan mbah Dukun, akhirnya
selamat deh .. ;))

> > note: sistem yang menjadi acuan adalah redhat linux dan sejenisnya,
> > sehingga informasi diatas mungkin tidak valid untuk yang lain.
> 
> Slackware pake rc.M, rc.S, rc.K dll. Ini lebih sederhana, tapi agak repot saat 
>merestart suatu service, karena harus tahu PID-nya. Kalau RH dkk, tinggal 
>/etc/rc.d/init.d/service restart.

Kalo saya amati di System V akhir2 ini (hehe .. 4 hari pameran Linux, yg 
dihadapi si mandra melulu .. ;), ternyata pembagian init di /etc/rc.d/rc[0..6].d/ 
itu untuk memisahkan daemon/aplikasi (kondisi lebih tepat?) apa saja yg jalan di 
init tertentu. Jadi misalkan di init 3 kita matikan sshd, di init 5 (X11) belum 
tentu sshd juga dimatikan. Menurut saya ini kok malah ruwet ya?

Tapi yg pasti di Slack, init benar2 simple. Init 4 (X11) cuma menjalankan XDM
(atau GDM/KDM) saja. Urut2annya kayak gini (PATH=/etc/rc.d) setelah initd :

   rc.S ---+---[1]---> rc.K ---> Shell
           |
           +---[2345]---> rc.M ---+---[235]---> Shell
           |                      |
           |                      +---[4]---> rc.4
           |
           +---[0/6]----> rc.6

Note: 
1. Semoga nggak bingung.
2. rc.6 baca argv0 dari parameter init.
3. Hehe .. kalo saya lihat, Slack ini agak aneh. Pakai SysV (/etc/inittab) yg
   bergaya BSD (/etc/rc).

Nah simple bukan? Soalnya kalau saya atur daemon (kondisi) yg jalan di init 3,
otomatis di init 4 (X11) pun daemon (kondisi) tsb. juga berjalan sama seperti 
di init 3, cuma ditambah X daemon aja.

Cuma masalahnya memang restart/matikan daemon kita harus tahu PIDnya (kecuali
kalo pake daemontools). Tapi, BTW, skrips di /etc/rc.d/init.d SysV kalo nggak 
salah (sebagian) juga mengkill aplikasi/daemon berdasarkan PID bukan?

/.detta

--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke