> yang saya bingung selama ini, kok di Linux ada istilah "distributor
resmi"
> dan "bajakan"? Linux Redhat itu GPL kan? orang bebas menjual kembali
asal
> disertakan sourcenya. bahkan Mandrake 7.2 pernah disertakan gratis
dengan
> majalah InfoLinux pertama. jadi kok masih ada istilah versi "bajakan"
dan
> versi "resmi"? harga Linux yang "resmi" juga bedanya sangat jauh sekali
> dengan yang "bajakan". di milis bursa linux, Linux Redhat 7.1 "resmi"
dijual
> dengan harga paling murah 510.000 rupiah. harga segitu mendekati Windows
98
> SE OEM yang harganya di www.bhinneka.com sekitar USD 70. wah, kalau gitu
apa
> bedanya dengan windows ?-( jadi selama ini saya mencoba memakai Linux
(yang
> saya beli CD2nya di pertokoan Mangga Dua) itu ternyata adalah memakai
s/w
> "bajakan" juga? padahal konsep memakai s/w "bajakan" inilah saya ingin
> hindari dengan memakai Linux. wah sia-sia dong "idealisme" saya. ?-(
> buntut2nya tetap saja musti beli s/w "resmi" yang harganya jauh di atas
CD
> bajakan, GPL or not.

Biasanya di versi "official"-nya ada disertakan juga program-program lain
yang tidak gratis. Saya kurang tahu contohnya di RH English version, kalau
di RH Japanese misalnya yang official dari RH 7 ada 7 CD, sedangkan yang
ftp version cuman 2 CD. Di yang official ada termasuk software-software
yang bukan GPL seperti font Dynalab (font bahasa Jepang), ATOK server
(server untuk input character bahasa Jepang), Hancom Word (semacam
Micosoft Word), dan sebagainya. Yang bisa dibeli dengan harga murah
biasanya adalah yang versi FTP yang tidak menyediakan commercial software
di dalam paketnya.

-bk-


-- 
http://www.bkesuma.f2s.com

--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke