Minggu lalu IBM mengumumkan proyek senilai milyaran dollar yang
dinamakan eLiza, suatu proyek pengembangan sistem komputer yang bisa
memperbaiki dirinya sendiri bila terjadi kerusakan pada "tubuhnya".
Selain mereparasi diri sendiri, eLiza juga didesain untuk bisa melawan
serangan hacker, sekaligus membetulkan kesalahan input dari operator.
Hebatnya, semua tugas itu dilaksanakan hampir tanpa campur tangan
manusia.
Sistem ini berusaha mengadopsi kemampuan menyembuhkan diri yang dimiliki
makhluk hidup, yang diterapkan bagi dunia komputer yang rapuh, dimana
kerusakan yang kecil pada komponennya dapat menyebabkan terganggunya
sistem secara keseluruhan.
"Seperti tubuh manusia yang akan membentuk antibodi bila terserang
penyakit, kami akan membangun software yang memungkinkan infrastruktur
mengatur dan menyembuhkan dirinya sendiri," ujar John Patrick, vice
president of Internet technologies di IBM.
Dengan eLiza, komputer akan dapat memonitor segala hal, dari pola
konsumsi tenaga yang dibutuhkannya hingga jumlah orang yang menggunakan
suatu situs web. Bila suatu bagian dari sistem komputer memperlihatkan
perilaku yang tidak wajar, layanan otomatis akan mengaktifkan sistem
cadangan dan memperbaiki gangguan, sehingga orang yang menggunakan
sistem tersebut bahkan tidak tahu bahwa telah terjadi kerusakan.
Salah satu bagian eLiza adalah suatu proyek yang disebut Project Oceano.
Proyek ini berupa prototipe yang terdiri dari "setumpuk" server Linux,
yang dapat berbagi tugas satu dengan lainnya. Sistem ini mampu
meng-install sistem operasi dan menyimpan data tanpa campur tangan
manusia.
Menurut IBM, "pencangkokan" kecerdasan pada mesin menjadi mungkin
setelah adanya desain-desain mikrochip baru yang mempunyai kemampuan tak
terbayangkan, dan dikemas dalam ukuran mini.
"Ini merupakan salah satu proyek terbesar dalam sejarah perusahaan
kami," kata Dan Powers, director internet technology IBM.
IBM akan mengerahkan beratus-ratus ilmuwannya pada lima laboratorium
riset di seluruh dunia untuk mengerjakan eLiza, dan menyisihkan 25
persen anggaran risetnya selama beberapa tahun. Tujuannnya satu:
mempercepat pengembangan sistem yang bisa mengatur dirinya sendiri.
Nama eLiza diambil dari kata "e-lizard", yang berasal dari deskripsi
yang pernah didengar vice president technology and strategy IBM, Irving
Wladawsky-Berger, bahwa komputer juara catur IBM, Deep Blue, dalam hal
melakukan operasi per detik, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan
otak seekor kadal (lizard).
Suatu versi penggunaan teknologi ini telah diterapkan pada superkomputer
IBM lain yang bertugas mempelajari bagaimana protein bekerja dalam tubuh
manusia. Komputer bernama Blue Gene itu harus bekerja terus menerus
untuk menganalisa protein.
Mesin yang dilengkapi ribuan mikroprosesor itu berjalan menggunakan
software yang memelihara diri sendiri. Dengan software itu Blue Gene
dapat mendeteksi masalah pada komponennya, dan meminta perbaikan bila
diperlukan.
Namun demikian eLiza bukanlah suatu langkah menuju perbudakan manusia
oleh mesin seperti yang sering dilukiskan dalam fiksi-fiksi ilmiah. "Ini
adalah mesin yang membebaskan manusia dari pekerjaan-pekerjaan sulit,"
ungkap IBM.(cnet/AFP/the newyork times
--
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3