Bagi teman-teman yang merasa ada keanehan di partisinya, misalnya
bisa dilihat oleh windows, ataupun misalnya ada partisi yang huruf
drive-nya dikenal oleh windows dengan terloncat-loncat, itu penyebabnya
adalah ketidak cocokan program partisi yang dipakai.
Menurut buku manual Caldera LINUX, jika anda hendak merubah
partisi suatu OS, hendaklah anda menggunakan program partisi dari OS yang
bersangkutan.
Menurut pengalaman, saya pernah utak-atik fat32 saya dengan
diskdruit miliknya mandrake. Jadi, semua partisi harddisk saya
/-----------------------------------------\
| win_c | win_d | win_e | win_f | win_g |
\-----------------------------------------/
saya ubah jadi
/-----------------------------------------\
| win_c | win_d | ext2 | win_f | win_g |
\-----------------------------------------/
untuk install linux. Tentu saja, di belakan ext2, ada swap
partition juga. Namun karena ukurannya kecil, saya bermaksud hendak
mengambil satu partisi lagi untuk linuxnya.
Setelah itu, "Saya kembalikan ke FAT" --> penyebabnya disini...
lalu, saya ambil win_g dan win_f jadi ext2 dan swap, dan bentuknya seperti
ini
/-----------------------------------------\
| win_c | win_d | win_e | ext 2 + swap |
\-----------------------------------------/
Nah, sampai di sini, installasi linux baik-baik aja. Tapi, setelah
masuk windows, saya menemukan kejanggalan. Seharusnya drive di My Computer
menunjukkan c:\ d:\ e:\ dan f:\ sebagai cdrom. Tapi kenyataannya mejadi
c:\ d:\ e:\sebagai cdrom dan f:\ partisi win_e punya.
Setelah penasaran, saya masuk ke DOS prompt. Tentunya shutdown
windows dulu, jadi saya kerja murni di DOS. Saya ketik perintah e:\ dan
saya dir, isinya adalah isi CD yang kebetulan ada di dalam CDROM. Lalu
saya coba f:\, pesannya, drive tidak ada. Jadi partisi win_e yang telah
jadi drive f:\ di windows sudah tidak bisa lagi dikenal oleh DOS, tapi
dapat dikenal baik oleh windows maupun linux.
Nah, pada saat saya beli harddisk baru, 20 GB (hd lama 15 GB) dan
saya pecah partisi jadi 5 buah, selalu saja, partisi kedua menunjukkan bad
allocation table, dan saat diformat menghitung bad cluster segala... di
cek di bios dgn lowlevel nggak ada kok...
Setelah itu, saya jadikan 1 partisi, tidak masalah. Saya jadikan 2
partisi, tetap lagi partisi kedua rusak. Jadikan 4, 3, dan seterusnya,
sama saja, sampai saya balikkan harddisk itu ke tokonya... (orang tokonya
marah ketika kedua kalinya saya mau kembalikan harddisknya :-) )
Saya makin penasaran, dan saya transfer semua data yang ada di
harddik lama ke harddisk baru, dan saya hapus semua partisi di hd lama
dengan diskdruit, lalu saya partisi ulang semua dgn fdisk dari DOS.
Setelah itu, saya install ulang semua system.
Ajaib... Partisi kedua dari hd baru yg dilaporkan rusak, bisa
kebaca dgn baik lagi, dan bahkan bisa dipakai. Tidak percaya, aku format
ulang, dan hasilnya baik-baik aja. Dan sejak itu, aku ambil kesimpulan,
jangan utak-atik partisi suatu SO dgn program partisi dari SO yang lain.
Bagi teman-teman, semoga sharing saya kali ini berguna, walaupun
emailnya terlalu panjang. Sorry ya, tapi semua itu biar bisa detail.
Terimakasih banyak atas perhatiannya.
--
hemat pangkal kaya
--
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3