On Tue, Jul 31, 2001 at 12:08:09PM +0700, dikshie fauzie wrote:
> pak Adi udah migrasi dari postfix ke exim nih ? :-)
Hampir .. he..he.. gak ding :-) exim ini memang pertama yang saya
'kenal' sebelum sendmail dll..
> BTW, disini sering keluar message seperti ini :
> T=remote_smtp defer (-44): retry time not reached for any host
exim, menyimpan database unreachable host, dan tidak akan meretry
host yang bersangkutan sebelum mencapai retry time. Lihat konfigurasi
baris paling akhir sebelum authentikasi (kalau exim anda compile
untuk support authentikasi, SASL, TLS).
qmail dan postfix juga support. kalau qmail/exim disimpan dalam
database (qmail pakai format cdb, kalau exim tergantung install,
default untuk linux dbm, note ini bisa pakai berkeley db juga lho).
sedangkan postfix, informasi ini disimpan di memory, makanya jangan
sering-sering jalankan 'postfix reload' :-)
> dan sering pula keluar message seperti ini :
> Spool file is locked (another
> process is handling this message)
ada lebih dari satu 'queue runner' (ingat exim monolitik), yang
melakukan scanning spool directory dan untuk mail yang bersangkutan
kebetulan sudah ada queue runner yang menghandle. Locking ini perlu
supaya tidak terjadi race condition, dalam artian ntar kalau dua
queue runner kirim mail yang sama, kan bisa dobel tuh.
gimana setelah pakai exim? sama saja? :-) teoritis, exim lebih cocok
dipasang di network dengan situasi seperti di indonesia (bandwidth
limited). kebetulan teori ini beralasan, karena the planet online
(UK), sebelumnya pakai qmail keok, setelah pakai exim joss!
cuman 'kenapanya' ini kalau ditulis terlalu panjang.
he..he.. yang terakhir ini bukan nge-flame lho, cuman sedikit
bernostalgia saja sebelum pulang :-) BTW, saya belum pernah pakai
exim di production (pernah, tapi sebentar sekali).
Salam,
P.Y. Adi Prasaja
--
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3