P.Y. Adi Prasaja ([EMAIL PROTECTED]) wrote:
> qmail dan postfix juga support. kalau qmail/exim disimpan dalam
> database (qmail pakai format cdb, kalau exim tergantung install,
> default untuk linux dbm, note ini bisa pakai berkeley db juga lho).
> sedangkan postfix, informasi ini disimpan di memory, makanya jangan
> sering-sering jalankan 'postfix reload' :-)
> ada lebih dari satu 'queue runner' (ingat exim monolitik), yang
> melakukan scanning spool directory dan untuk mail yang bersangkutan
> kebetulan sudah ada queue runner yang menghandle. Locking ini perlu
> supaya tidak terjadi race condition, dalam artian ntar kalau dua
> queue runner kirim mail yang sama, kan bisa dobel tuh.

 iya nih masih agak-agak bingung, soalnya biasa pake qmail
 dan postfix, sekarang mau coba pake exim  :-)
 file konfigurasinya juga lumayan agak bikin 'lieur'.
 
 ehm...kalo bikin kayak smtproutes di qmail itu pake
 smart_route ? atau router configurations ? 


> gimana setelah pakai exim? sama saja? :-) teoritis, exim lebih cocok
> dipasang di network dengan situasi seperti di indonesia (bandwidth
> limited). kebetulan teori ini beralasan, karena the planet online
> (UK), sebelumnya pakai qmail keok, setelah pakai exim joss!
> cuman 'kenapanya' ini kalau ditulis terlalu panjang.

  yang ini ada url yang berisi penjelasannya ?

    

thanks !


-dikshie-


-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke