Dari Aza Lsaja :
> Salam Sejahtera,
>
> > 2. saya juga bingung set amoup point ( /, /usr, /boot, /adm, /swap)
> > tolongin dong rekan-rekan semuanya
>
> (Oh, kalau sudah sampai di sini, berarti kamu sudah melewati apa yang
> aku tulis diatas. Jadi yang diatas tidak kamu perlukan.)
> Ini tidak begitu penting untuk kita yang masih pemula sekali. Bagusnya
> kamu pilih "/" saja seperti saya. Tidak usah yang lainnya, malah
> repot.
hehehe ... kayaknya bagi2 partisi begini masih jadi 'momok' untuk pemula
menginstall Linux.
Gampangnya sih memang cukup buat dua partisi, yaitu / dan swap.
Tapi nanti lama2 akan berkembang sendiri dengan pemikiran yang berbeda-beda.
Misalkan saya, dulu buat hanya dua partisi (/ dan swap). Kemudian setelah
sering oprek2 dan ganti2 distro, takut data di Linux hilang melulu (dan males
back up) akhirnya bikin 3 partisi (/, /home, swap). Kemudian berkembang lagi
setelah rajin install aplikasi dari sourcenya sehingga buat 4 partisi (/,
/home, /usr/local, swap).
Toh akhirnya pembagian partisi ini disesuaikan dengan kebutuhan.
--
Dammit Jim, I'm an actor, not a doctor.
--
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3