saya harap tulisan di bawah ini cukup berguna (dan nggak kepanjangan)
mengingat banyak sekali pertanyaan mengenai partisi linux:

dengan satu partisi (plus  partisi swap) linux memang ok-ok saja, tetapi ada
beberapa keuntungan jika kita memisahkan partisi-partisi tersebut (root,
usr, home dll)
- mengurangi waktu yg dibutuhkan untuk memeriksa file sistem
- memudahkan sistem pemeriksaan tsb
- bisa mount satu partisi sbg read-only
- keamanan/proteksi bila terjadi crash, corrupt dsb

deskripsi partisi:
/ (root)  -  digunakan utk menyimpan file sementara (temporary files),
kernel linux dan image boot, file binari yg penting (yg dibutuhkan sebelum
linux bisa mount partisi /usr), file log yg penting, spool buat printer,dan
e-mail keluar-masuk.

/usr - seharusnya adalah partisi yg terbesar, sebab hampir semua file binari
yg dibutuhkan linux disimpan di sini. (terkecuali anda punya user sedemikian
banyak).

/home - untuk direktori user. Jika anda isntall linux buat di rumah dan
usernya anda sendiri, berarti partisi ini tidak butuh kapasitas yg besar.

(swap) - ini adalah partisi untuk 'virtual memory'. sedikitnya adalah dua
kali jumlah memori yg ada pada komputer anda (tp harddisk saya cuman 1,2,
jadi saya putuskan partisi swapnya cuman 128M, walopun memorinya 256M).
partisi swap tidak harus dalam satu partisi, bisa dibagi ke dlm beberapa
partisi.

/var  -  sebenarnya adalah bagian dr partisi / (root), tapi bisa dibuat
terpisah supaya sistem lebih aman. digunakan utk 'run time storage', in/out
mail, print job, process lock dll. dgn kata lain: untuk menyimpan file-file
yg berubah selama sistem berjalan.

/boot  tempat menyimpan seluruh kernel image

/cache  -  jika server juga menjadi proxy (squid)


contoh konfigurasi adalah sbb:
/boot         5MB
/usr            512MB
/home        (sesuaikan dg jumlah user dan jumlah quota per user)
/cache        256MB
/var            256MB
/tmp           256MB
/                256MB
<swap>    sesuaikan dgn jumlah memori anda (2x jumlah memori)

minimum size:
/boot         5MB
/usr            256MB
/home        (sesuaikan dg jumlah user dan jumlah quota per user)
/cache        25MB
/var            25MB
/tmp           30MB
/                35MB
<swap>    sesuaikan dgn jumlah memori anda (2x jumlah memori)

Tentu saja semua ini bisa anda tetapkan dgn prediksi anda sendiri utk tiap
partisi.

ok itu saja. aku harap bisa membantu. utk lebih lengkapnya silakan cari dan
baca dokumennya di www.linuxdoc.org

btw kalo nggak salah ada yg nanya ttg menggabungkan win2k dg linux. setahu
saya nggak bisa. tapi saya akali dgn bantuan win98. jadi saya install dulu
win98, baru win2k. kalo hd-nya terbatas, nggak usah install win98, cukup
format dgn dos aja plus sistemnya. tujuannya spy win98 ini bisa jadi boot
tumpangan antara linux dan win2k.

tolong diralat kalo ada yg salah

sigit






-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke