Tanggal 9/21/2001, Mico Siahaan<[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Python merupakan script programming jadi nggak menggunakan compiler
> untuk menjalankan scriptnya. Untuk menjalankan script python ada 2
> cara:
> 1. python nama_script.py
> 2. menggunakan #! /usr/bin/python (dengan asumsi python terinstall di
> /usr/bin

> Misalnya buat script hello.py berisi

> #! /usr/bin/python

> print "Hello World!"


> Kemudian ganti permission hello.py sehingga executable. Maka script
> bisa dijalankan.

Lho, berarti cara 2 sama saja dengan cara 1 , dong? :))
Cuma cara 1 sudah langsung jadi.
Oiya, python bisa dibikn executable, jadi beda dengan perl yang
interpreter.

Ngomong-ngomong python, katanya lebih mudah python dari perl. Tapi
manualnya sama sekali kurang lengkap. Jadi kalau mau belajar kayaknya
bagusan mulai dari perl. Ada yang punya ebook python nggak ? Kirimin
aku, dong.

> Oh ya, saya melihat kadang yang dijual di Mangga Dua atau toko-toko
> penyedia CD seringkali memang bukan linux GPL version alias versi
> boxed yang dicopy. In my humble opinion ini juga pembajakan. Kayaknya ironis
> ya, jikalau kita menginginkan penggunaan software yang halal dengan
> menggunakan linux namun malah menggunakan linux yang 'bajakan'. Saya
> pikir banyak yang kejangkitan euphoria penggunaan linux tanpa insyaf
> apa makna GPL sebenarnya. Atau malah hanya saya sendiri ya yang nggak
> paham makna GPL itu? Ada komentar?

Ya, kalau yang dijual RH7.1 berisi 6 CD seharga 100 ribu, sepertinya
memang ini pembajakan. CD RH7.1 yang GPL cuma cd 1 dan 2.
Tapi ada yang bilang kalau cd 3-6 free for educational (atau
personal?) use. Entah yang benar mana.


Vera



-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke