On Wed, Nov 21, 2001 at 05:13:20PM +0700, Agus Budy W wrote: > > perkara mau bikin proxy biar tambah kenceng, mestinya dibuat sebagai > > sebuah pilihan, bukan paksaan, sehingga kita dengan sadar menggunakan > > layanan tersebut dan memahami konsekuensinya. > > Paling dijawab 99% user tidak mengerti cara ngeset proxy server, > ataupun tahu manfaatnya.
Pemakaian proxy (squid) memang dipercaya dapat memberikan penghematan bandwidth, dan ini memang benar. Saya pribadi tidak masalah apakah koneksi internet saya dipaksa via proxy/tidak. Tapi, seringkali rekan-rekan di ISP lupa, begitu policy transparent proxy ditetapkan, konsekuensinya: - squid _harus_ up dan berjalan baik 24 jam sehari - jangan pernah violate spec protokol HTTP (ignore client reload dll), ini akan merugikan client harus mengulang download stalled cache (binary rusak, dikira download gagal -> download lagi -> tetap rusak) - jangan pernah membuat policy baru tanpa kesepakatan sebelumnya, atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada user (tiba-tiba request kita untuk mengisi form google direject gara-gara stupid regexp) Pada saat yang sama, rekan-rekan ISP yang menerapkan kebijakan transparent proxy lupa bahwa mereka tidak memberikan alternatif pada end user ;-( Sayangnya kita belum ada wadah yang mau membela kepentingan- kepentingan pengguna internet ya :-) Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
