Sedikit tambahan mengenai pengertian partisi

MBR (Main Boot Record) tiap2 hard disk emang cuman ada satu, didalam nya itu
terdapat
2 bagian,
pertama adalah Boot loader (program bahasa mesin yang mudah di mengerti jika
kita baca menggunaan debug)
dan yang kedua adalah partisi table mulai offset 1b0h

Program bootloader tersebut bekerja dengan logika dibawah ini:
1. ambil partisi table
2. cek partisi mana yang boottable
3. ambil sector pertama dari partisi yang bootable
4. jika partisi tersebut adalah primary maka akan jalankan program boot
loader dari sector yang diambil tersebut
   (chain boot loader)
5. jika partisi tersebut adalah extended, maka akan ulangi ke nomor 2.
6. selesai.
Biasanya program boot loader ini diganti dengan boot selector seperti lilo,
grup, system commander, de el el

Dan untuk yang kedua adalah partisi table yang dimulai dari offset 1BEh
sampai dengan 1FCh (end of table)
1fch - 1beh + 1= 40h, dimana satu record dari partisi (satu informasi ttg
partisi) menempati 10h atau 16 byte sehingga dalam satu MBR atau Extended
Sector hanya  terdapat 4 record saja tidak dapat lebih.
offset 0-1bch diisi oleh boot loader (program mesin untuk loading boot
sector) dan 1feh dan 1ffh berisi magic wordnya boot sector (55h dan 0aah)

Record untuk partisi extended pada dasarnya adalah pointer ke suatu sector
yang berisi table partisi logical, dan dalam table partisi extended tersebut
dapat pula berisi partisi ekstended yang lain, jadi bentuknya hierarki.
Jika kita menggunakan fdisk nya dos untuk membuat 1 primary partisi dan 6
logical partisi maka yang akan dibuat seperti berikut:

(saya contohkan dengan 1 primary karena pada kenyataannya fdisknya dos tidak
dapat membuat multiple primary)

hda1    : primary        (bootable)
hda2    : extended
  |--hda5    : logical
  |--hda6    : logical
  |--hda7    : logical
  |--hda8    : extended
        |--hda9    : logical
        |--hda10    : logical
        |--hda11    : logical

Terlihat ada 2 hirarki partisi extended, dan bootable partisi ada di primary
partisi no 2

Sebetulnya untuk membuat logical partisi bootable itu tidak susah, cuman
untuk disaster recovery akan lebih mudah untuk partisi yang primary daripada
yang extended ( karena mudah dilacak keberadaannya)
secara default dan juga beberapa bootloader + boot selector (seperti lilo,
system commander) dapat melakukan loader boot sector (sector awal dari
system operasi) yang terletak di logical partisi (dimanapun), cuman
masalahnya seperti nya Win98 tidak dapat mengerti jika partisinya bukanlah
primary partition. untuk beberapa sistem operasi lainnya tidak masalah
seperti XP/2000/Linux

Kehadian lebih dari satu primary partisi tidak bermasalah baik di lingkungan
windows ataupun Linux, cuman masalahnya fdisk nya dos tidak mampu (atau
tidak mau) membuat primary partisi  lebih dari satu pada media yang sama.
saran=> gunakan fdisknya linux atau diskdruid.
Saya malah pernah membuat 2 record partisi yang sama persis (mengacu ke blok
data yang sama) dan berisi Win NT, saya jalankan tidak bermasalah :) dari
situ saya bisa crack NT dengan menggunakan pintu partisi yang kedua tersebut
;-) (karena NT nya hanya menjaga volume dari pintu yang pertama, volume
pintu yang kedua tidak, padahal berisi data yang satu, saya istilahkan
partisi sebagai pintu dari volume)

Jadi, saran saya adalah
Pertama bootlah dengan Installer Linux dan buatlah partisi menggunakan
Fdisknya Linux tersebut,
buatlah 3 primary partisi dan 1 extended, didalam extended tersebut buatlah
beberapa logical partisi ( kalo bisa 4 saja sehingga tidak perlu membuat
extended partisi dalam extended partisi)
ingat setiap kali kita membuat extended partisi kita akan kehilangan space
sebesar num of track multiply by num of cylinder.
setelah selesai membuat partisi, marilah ini assign masing2 partisi,
karena Win98 hanya mau jalan di primary, maka kita berikan primary 1 ke
Win98
primary2 kita jadikan /boot untuk Linux
Primary3 kita assign sebagai /data (baiknya dalam FAT32 karena mudah dalam
disaster recoverynya, lagian Linux tidak ada masalah dalam aksesnya, kalo
masalah rights bisa diatur dalam mounting nya nanti)
logical 1 untuk win2000
logical 2-4 untuk / (root) dan yang lainnya seperti /var atau /usr

Setelah itu buatlah disk boot, sebab nantinya kalau anda menginstall win98
ato win2000, MBR nya akan tertimpa, sehingga lilo atau grub nya tidak dapat
jalan, atau anda bisa ganti boot selector dengan boot loader lainnya seperti
system commander asal lilo atau grub anda diletakkan di sector partisi bukan
di MBR.

Semoga penjelasan ini membantu anda, CMIIW bro's!

Joel

----- Original Message -----
From: "Andrew Adhi Ariane" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, June 01, 2002 11:24 PM
Subject: Re: [setup] Partisi 3 OS + 1 Data


> > Batasan 4 partisi hanya berlaku untuk partisi primary
> > untuk partisi Ext bebas ( 5 keatas)



-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke