Dudi Gurnadi wrote: > On Monday, August 19, 2002, 5:21:35 PM, Agus Budy Wuysang wrote: > >>Tidak, bisa install dari source tar.gz ke /opt atau /usr/local, >>tapi rpm lebih ok karena bisa uninstall/query/dll tanpa >>harus repot cari dir/file mana saja yang diinstall oleh suatu >>paket/aplikasi. > > Kalo saya biasanya prefer pake tarball. Nanti bikin direktori sendiri > di /usr/local. Edit source code supaya semua file ngarah ke direktori > tsb. Kalo lagi males ya langsung install di /usr/local/*. :). Setelah > itu set path deh.
Kalau programnya kecil mungkin tidak terasa, tapi kalau programnya sudah besar, eg. X windows, ghostscript, TeX, dsb, saat mau upgrade baru terasa, konfigurasi mana saja yang berubah, file2 obsolete yang sudah tidak dipakai, library apa saja yang saling tergantung... -> butuh waktu. Dulu waktu saya masih pakai Slackware (Kernel 0.9.x - 1.2.x) sempat merasakan tarbal (tsx-11, sunsite) dengan 1 komputer pribadi, tapi setelah harus maintain > 1 server, waktu yang terbuang sangat significant. -- +-R-| Mozilla 1.1! Gecko/200207 |-H-| Powered by Linux 2.4.x |-7-+ |/v\ Agus Budy Wuysang MIS Department | | | Phone: +62-21-344-1316 ext 317 GSM: +62-816-1972-051 | +------------| http://www.fasw.co.id/person/supes/ |-------------+ -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
