ln -s / softlink: akan membentuk file yang menyebutkan dimana file asal berada. ln (tanpa -s)/hardlink: akan membuat duplikat file asal.
Biasanya "ln -s" digunakan untuk file-file yang bergantung pada suatu program. Misalnya softlink dari executable file atau script. Jadi kalau paket programnya sudah dihapus, link tersebut tidak akan berguna. Perintah "ln" atau hardlink biasanya digunakan untuk file-file library yang di share oleh beberapa program, sehingga bila file asal dihapus/terhapus, link yang merupakan duplikat file asal tersebut masih bisa dijalankan. Ukuran "soft link" relatif kecil bila dibanding dengan file asalnya, sedangkan ukuran "hard link" sama dengan file asalnya. Semoga menjawab pertanyaan. You are welcome, Teguh ----- Original Message ----- From: "bla-bla-bla" <[EMAIL PROTECTED]> | > > apa guna hard-link (perintah ln) , kalau sudah ada soft-link (perintah | > > ln -s) ?? | > > gimana pemakaiannnya ?? | > > thnxx | | thnx for replyingg.....:)) | tapi bukan itu yg aku maksud :) | | pemakaian "ln" untuk sehari hari digunakan untuk apa ?? | lalu kalau kita sudah pakai "ln -s" .... apa gunanya "ln" (tanpa -s) ?? | | thnx -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
