* bla-bla-bla ([EMAIL PROTECTED]) wrote:
> Kalau librari ... iya sih ... bakal bingung kaalau di share ... tapi kan
> library letaknya di /lib ... ??
Ngak tentu bisa dimana-mana, contoh letak library /lib, /usr/lib,
/usr/local/lib

> Apakah /home harus di buat untuk tiap distro ??
> IMHO ... /home kan tidak ada hubungannya dengan distro ... /home isinya kan
> file file pribadi dan beberapa configurasi file untuk utility tertentu.
Sebaiknya iya, sebab tiap distro tidak selalu sama versi programnya.
Jadi kalau config file anda ditaruh di /home, semuanya bisa jadi
kacau.

> Kalau /usr/local .... gimana ?? boleh nggak di share untuk berbagai distro
> ?? Dengan catatan ... semua aplikasi yg di /usr/local .. di kompile langsung
> dari source code hingga menjadi aplikasi.
/usr/local juga tidak boleh di partisi. Karena terkadang sewaktu
compile anda menggunakan lib dari /root distro yang sedang digunakan.
Nah pas anda ganti distro, ini prog bingung kok libnya hilang. So
sebaiknya anda tidak mengshare /usr/local. Kecuali anda yakin semua
package di Distro A dapat anda temukan di Distro B

> Kalau partisi swap .... gimana ? boleh kan di share antar distro ??
partisi swap adalah partisi yang paling aman di share, jangan lupa
edit /etc/fstab untuk mengaktifkannya.

> hdb1 -> /                  untuk distro Gentoo
> hdb2 -> /                  rencananya akan di install distro LFS (linux from
> scratch)
> hdb3 -> /linuxdata     untuk bebagai macam data campuran
> hdb4 -> window data
Rumit juga yah. Distro gentoo mempunyai /boot 100 MB, ini sesuai
dengan doc dari gentoo. Jadi sangat disarankan Gentoo mempunyai
paritis boot sendiri. Dan tidak dishare. Kalau tidak siap2 distro anda
kagak boot.

-- 
Willy S
http://home.pacific.net.sg

-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke