On Fri, 1 Nov 2002, Prianggada I Tanaya wrote:
> Secara pribadi, saya tak akan mencoba menterjemahkan dalam bhs. Indonesia.
> Biarkan masyarakat belajar bhs. Inggris. Arus informasi dan kecepatan
> penyebarannya sangat tinggi dalam bhs. Inggris itu.
> Kalaupun sudah ada yang tersedia, itupun tak akan saya coba gunakan ... :-))
> Hal ini hanya preference pribadi saja, karena terjemahan belum tentu pas
> dengan maksud yang dikandung dalam bahasa Inggris.
> Tak ada salahnya belajar bahasa Inggris, karena komunitas berbahasa Indonesia
> masih teramat kecil, maksudnya yang technology -minded ... lloohh.
Ini kalau kita tak peduli dg fungsi kita di masyarakat 8-). Salah satu
fungsi orang yg lebih tahu adalah memberi tahu orang yg tidak tahu. Misal
mereka yg tak bisa berbahasa Inggris mendapatkan manfaat dari orang yang
bisa berbahas Inggris dan bersedia menerjemahkan proigram menjadi
berbahasa Indonesia.
Menerjemahkan program ke bhs Indonesia tidak semudah yang dibayangkan
orang (sering dianggap sepele)
http://wiryana.pandu.org/Editorial/read.php?id=terjemahan.html
Sering orang menganggap pekerjaan menerjemahkan itu adalah hal mudah.
Saya pribadi tidak membutuhkan program berbahasa Indonesia (saya bisa
menggunakan bahasa Inggris dan Jerman). Tetapi saya sadar bahwa masih
banyak orang yg tak bisa berbahasa Inggris, dan ingin menggunakan
komputer. Memang tidak mudah menerjemahkan itu, tetapi bukan berarti kita
tidak harus memulainya (bila tidak sampai kapan kita tidak pernah belajar
masalah yang ada dalam penerjemahan program)
> Tidak tahu nih di Indonesia, apa pak Syamsul Muarif, cukup melek dengan
> LINUX? Saya rasa tidak ... ya. Pemerintah mulai teriak-teriak tentang
> HAKI, tapi kantor-kantornya mereka sendiri, perlu diteriaki ..."Hei ..
> sampean sendiri melanggar HAKI" ... :-)
Staff pak Syamsul sudah cukup paham koq soal GNU/Linux salah satu staff
pak Syamsul (pak Aswhin malah memberikan sambutan waktu peluncruan Trustix
MErdeka dan INFOLINUX, juga WINBI).
> Pengalaman saya, 1-2 bulan kira-kira untuk masing-masing personil
> untuk menjadi familiar dengan KDE user interface. Sengaja saya pilihkan
> satu UI saja ... biar mudah mengajarinya, ini user murni. Dia hanya perlu
> menggunakan saja, antara lain, Office applications, Internet-Email, dan
> sharing files, dan yang paling penting .... tak ada virus M$ yang
> menjengkelkan dan bikin heboh sekantor :-))
Yang digunakan di Jerman (utk terminal perpustakaan) adalah menggunakan
GUI yg mirip Windows (qvwm), sehingga user tidak ebgitu sulit
mengadaptasinya
IMW
--
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3