From: Agusto Xaverius <[EMAIL PROTECTED]>
>Kalau menurut pendapat aku sich. Secara teori sich kita bisa aja tuch bilang
>kita dan istri kita itu beda agama. Tetapi secara prakteknya menurut saya itu
>sangat-sangat susah. Sebab kita khan manusia yang tidak lepas dengan ambisi kita
>dan ke egoisan kita. Bagaimana kita dapat memberikan suatu panutan kepada
>anak-anak kita. Mereka akan bingung akan agama apa yang mereka anut. Apa itu
>Hindu,Budha,Kristen ataupun Islam. Yach kalao bisa kita pilih yang seagama saja
>dech supaya lebih aman. Sebab seagama saja bisa pecah apalagi tidak seagama.
>Itu menurut saya sich
---------------------------
tapi kalo beda agama, kayaknya lebih cenderung buat sang anak untuk saling menghormati
dan
menghargai agama2 itu..
kalo anak itu tidak memilih suatu agama tertentu, lalu kenapa? bisa saja dia mengambil
inti dari semua agama itu, lalu membuatnya sebagai kepercayaannya..bukankah itu bagus
(tidak mengkotak2an/mengelompokkan agama tertentu)? jadi membuat dia bisa menghargai
semua
agama..:)
btw, kita punya ambisi apa dari agama? bukankah agama itu untuk personal?
salam,
xna
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com