-----Original Message-----
From: Sigit Widodo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; Sammy
<[EMAIL PROTECTED]>
Date: 28 Nopember 1998 14:59
Subject: Re: [love] dari langit2 kamar


>Saya kira udah engga relevan lagi menuntut suatu 'keperawanan'
dari seorang
>wanita seperti juga seorang wanita tidak selayaknya menuntut
keperjakaan
>dari seorang pria. :-)  Dengan catatan, kalo toh sebelumnya
telah terjadi
>'pre-marital intercourse' dengan pacar sebelumnya hendaknya
dilakukan atas
>dasar cinta.  Saya pribadi masih bisa mentolerir jika hal ini
dilakukan
>karena cinta, tapi tidak jika dilakukan tanpa cinta dengan
berganti-ganti
>pasangan yang bukan pacarnya.  Karena jika hal itu dilakukan,
berarti wanita
>tersebut tidak mensakralkan hubungan seksual dan kemungkinan
jika nanti
>sudah menikah, dia juga bisa melakukannya dengan orang lain.


Wah, saya salut dengan cara berpikir anda ...=0
Saya berpendapat justru dengan melakukan hubungan sex diluar
nikah, malah itulah yang disebut tidak mensakralkan hubungan
seksual.
Saya sendiri sulit menerima kalo pacar seorang cowok sudah
pernah melakukan hubungan sebelum pacaran dengan cowok, saya
rasa justru cewek itu mempermainkan makna hub. seks yang
sebenarnya, dengan asumsi cowok tidak pernah melakukan hubungan
sex dengan wanita lain baik mantan pacar maupun wts.
Kalo emang pernah ya diakui sama2x lah, yang ngaku duluan yang
gentle he..he...

Ya sebaiknya hub tsb emang dilakukan setelah nikah resmi, saya
rasa tidak ada untungnya melakukan hub. sex sebelum menikah,
pengalaman? Wah ... kalo pengalaman kecelakaan di jalan sih
ok...
Malah nanti kecendrungannya seperti yang anda sampaikan suka
gonta2xganti pasangan.
Kan itu kayak kecanduan, sekali coba, enak, mau terus ...
Lalu Abortus ...

Saya tidak tahu seberapa jauh budaya timur kita sudha bergeser,
kalo di barat sih no porblem, hampir dapat dikatakan sebagian
besar pemuda/i pernah melakukannya diluar pernikahan, dan no
problem bagi mereka ...
Yah ... mungkin sekarang ini sudah 'biasa' di negara kita,
sangat disayangkan ...



>Saya pribadi menilai 'pre-marital intercourse' bukanlah suatu
kesalahan,
tetapi pasangan yang melakukannya haruslah mengerti konsekuensi
dari
tindakan tersebut.

Wah, kalo bukan kesalahan, apa dong, kecelakaan, kekeliruan
...atau?
terus terang saya menilai pemikiran anda sudah keliru ...
Bagi saya itu tetap suatu kesalahan, suatu dosa, dan suatu-suatu
yang lain ...
dan tetap pasangan itu harus menanggung, bukan hanya mengerti,
kalo cuman mengerti terus nggak ada tanggung jawabnya, khususnya
para cowok2x. Atau cuman mau jawab tidak mau tanggung ..?
Apa sih salahnya kita menjaga hal itu sampai menikah yang sah,
baru melakukan dengan istri sah kita, bukankan itu jauh lebih
baik, dan benar2x dapat mencurahkan cinta kita, tanpa rasa
takut2x, tanpa rasa berdosa ... dua2x senang, tidak ada yang
dirugikan.

Kalo sebelum menikah, ya cowok2x yang kesenangan, cewek pada
bingung ... kasihan tuh yang cewek2x.


















Submit to 1000 search engines only 40rb http://www.submit-url.ml.org

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Kirim email ke