>hehehe... horeee... thanks buat reply-nya lovers! heboh juga!
>
>Emil! gue udah nulis nih.. emang deh elo.. soale komputer gue ngadat terus,
ini
>ajah gue nebeng di kompie kakak gue..


Iya Via... iya..... heboh banget sih loe... :-)

Terima kasih karena memenuhi panggilan gue.. he-he...

>jadi emang.. kayaknya gue salah juga nulis thread, 'apa yg membuat jatuh
cinta',
>mungkin lebih tepat, apa yg membuat kita tertarik pd seseorang, membuat
'suka'
>gituuuu...


Exactly, walaupun menurut gue semua itu bertingkat2... pertama kali lihat,
ketemu, tertarik, suka, pendekatan, cinta, sayang.... begitu. Jadi kita
biasanya menilai seseorang pasti karena tertarik, bisa karena tampang, bisa
karena kemandirian, atau hal2 lain yang tiap orang pasti punya selera yang
berbeda2...

Setiap hubungan antara 2 manusia (terutama antara cowok dan cewek) *pasti*
ada attraction-nya, baik itu seneng ngobrol, seneng ngeliat, atau apapun...
persis seperti kejadian yang terjadi pada diri gue beberapa waktu yang lalu.
Sekali liat gue langsung tertarik, setelah tertarik, gue kepingin kenal dia
lebih deket lagi, setelah kenal, nah.. di sini point of intersectionnya, mau
dilanjutin ke mana nih perasaan gue... begitu tanya ternyata dia udah punya
cowok.... wuuttss.. langsung deh belok, jadi temen biasa aja... gitu...

>sedikit dari Gue,
>kalok gue tertarik u/ menjalin hubungan lebih jauh, pertama krn persamaan
visi,
>kedua krn fisik (gue gak muna yee). eeem menurut gue, postingnya Cantique
lebih
>ke kriteria memilih cowok deh.... kan kalok jatuh cinta, belum tentu jadi
>pacar....  ya gak?


Betul, dan memang itu menjadi filter awal buat semua hubungan yang
'direncanakan' ke arah yang serius. Karena filter2 awal seperti (YMMV)
agama, ketaatan beribadah, kepribadian, dan lain2 harus dipasang secara
sadar. Bisa saja terjadi tanpa kita sadari kita sudah berteman dengan sangat
dekat dengan seseorang (dalam hal ini lawan jenis), tentunya dalam berteman
filter-nya nggak seketat kalau cari pasangan hidup dong... lalu tiba2 kita
sadar bahwa kita jadi 'suka' malahan lebih jauh lagi 'cinta' sama dia....
wah gawat kan... padahal filter awal yang basic banget (mis:agama) udah
nggak lewat, tapi dia udah keburu dekat dengan kita sebagai teman, baru
belakangan kita jadi suka... begitu... jadi kadang2 yang terjadi nggak
selalu bisa kita prediksi.... namanya juga perasaan.. nggak bisa ditebak,
karena (sekali lagi).... Rahmat Allah... iya kan...?

(barusan sekalian menjawab pertanyaan Cantique untuk gue, tentang masalah
suka sama yang beda agama)

>eeemmmm yg fisik, banyakan yg cowok dan berdasarkan sifat.. banyakan yg ce.
>sekian kesimpulan akhir.


Via yakin...? :-)

IMHO lebih tepat kalau nggak dibedakan menurut gender, tapi menurut
'tujuan', coba kita tes teori ini bersama-sama :

1.Yang lebih melihat dan mementingkan fisik berarti 'tujuan'-nya untuk fisik
juga, yaitu pamer, hubungan yang semata2 sebatas fisik (karena seksi
misalnya), gengsi, dll

2.Yang lebih melihat dari sifat, berarti 'tujuan'nya untuk mencari pasangan
hidup, dengan memikirkan kecocokan sifat, kepribadian, masa depan, keluarga,
dll..

Gimana ? Bener nggak ?


emilr

"Life is what happens to you while you're busy makin' other plans..."
(John Lennon, Beautiful Boy)



  Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke