At 07:42 PM 3/21/99 +0700, Donan Perdana wrote:
>>Dan yang paling lucu adalah, melihat hipokrisi dari orang2 yang
>>mengedepankan agama mereka dalam berdiskusi. Jika memang iya mereka segitu
>>taat-nya dalam hal agama, bukankah itu berarti mereka tidak kenal sama yang
>>namanya "pacaran"? Kalau mereka tidak kenal, lantas, ngapain mereka ikut
>>diskusi soal pacaran di sini? (sorry guys, hanya ngungkapin uneg2 diskusi
>>"agama" jaman dulu yang nggak jelas itu).
>
>rasanya disini diskusiin masalah cinta yang bukan cuman pacaran doang...
>apa cinta itu identik dengan pacaran...apakah salah orang yang mengedepankan
>agama dalam menyikapi masalah cinta..misalin aja gue udah contohin itu
>orang-orang yang misalin aja aktivis di salman yang mungkin sebagian orang
>bilang mereka fundamentalis islam apa mereka itu nggak tau cinta...
>mereka ngelarang memandangi wanita yang bukan muhrim , melarang bersentuhan
>dengan lain jenis..pokoknya melarang hal-hal yang biasa dilakukan oleh
>orang yang pacaran , tapi mereka tetap menikah koq dan nggak dijodohin
>ama orang tuanya..rasanya nggak relevan kalo ngomong agama itu
>cuma budaya masa lalu..sama nggak relevannya dengan ngomong
>pacaran itu satu-satunya jalan buat ngedapetin jodoh..begitu juga
>tidak semua ce yang jilbaban ta'at ama agamanya..... tidak ada
>manusia yang sempurna...contohnya gue..he..he..he..
Banyak hal yang harus diluruskan di sini, terutama karena yang direply ini
mail saya:
Pertama, waktu itu diskusinya jelas2 tentang "PACARAN", jadi tidak bicara
masalah cinta yang lain (cinta ke ortu, cinta ke temen, cinta ke saudara,
dlsb).
Kedua, saya TIDAK PERNAH MENYALAHKAN orang yang mengedepankan agama dalam
menyikapi CINTA, saya hanya tidak suka pada orang yang gemar membahas
berdasarkan agama sesuatu yang dalam agama dia sebenarnya tidak dibenarkan,
yaitu PACARAN itu sendiri.
Ketiga, saya TIDAK PERNAH menyatakan bahwa agama itu cuma budaya masa lalu.
OK, sudah jelas? Lain kali saya mohon agar disesuaikan isi reply dengan
mail yang direply.
Sekalian supaya isinya nggak protes melulu (dan biar mailnya gede, hehe),
tampaknya masih ada yang belum berani membahas kelompok manusia yang lain
(dari saudara Adidjoko saya baru tahu ada ras "laki2" yang superior
daripada ras "perempuan", huahaha), dan pernah saya berusaha bahas dulu,
yaitu bagaimana dengan kaum gay?
Mungkin agak nyinggung politik dikit, setahu gue satu2-nya partai yang
mengakui hak asasi orang2 gay barulah PRD. Ada partai lain nggak yang
seperti PRD?
I want to live for love,
not to die for love - CiTyHuNTeR
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com