Untuk para Lover, saya ingin minta pendapat. Orang Jerman punya filosofi tentang cinta : Witing Tresno Jalalan Suko Kulino (mohon dibetulkan kalau salah). Sedangkan orang Itali punya filosofi : Jauh Di Mata Dekat Di Hati. Dari kedua filosofi tersebut terlihat adanya kontradiksi. Yang satu berprinsip bahwa "Cinta Itu Akan Bersemi Karena Biasa atau Dekat", sedangkan yang satunya lagi mengatakan bahwa "Cinta Itu Tidak Mengenal Jarak, Biar Jauh Tapi Kita Bisa Tetap Memadu /Menjalin Cinta" Yang menjadi pertanyaan saya, Bisakah Orang Yang Jauh Dimata Bisa Menjalin Cinta Yang Sejati ? Sedangkan sifat orang yang sedang jatuh cinta biasanya ingin dekat terus dengan sang Kekasih! Bagaimana menurut Anda? Mohon Tanggapannya...
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED] UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com
