>Kalo buat saya sih itu mutlak perlu, khan ada yang bilang kalo pernikahan
>itu butuh 3 ukuran - L, S, M - Love, Sex, Money - dimana urutannya boleh
>dibalik asalkan ketiganya terpenuhi - iya gak sih -, kalo kita udah punya
L,
>punya S, tapi kita gak bisa makan, khan namanya nyusahin orang.
Ada satu hal mutlak yang Anda lupakan: KEDEWASAAN. Kedewasaan sangat mutlak
diperlukan dalam membina suatu bahtera rumah tangga. Uang bisa dicari
setelah menikah, tapi kedewasaan harus ditumbuhkan di dalam diri kita
sendiri sebelum menikah. Kedewasaan di sini berarti adanya tanggung jawab.
Tanggung jawab kepada diri kita sendiri, tanggung jawab kepada pasangan kita
dan tanggung jawab terhadap hubungan itu sendiri.
Jika kita sudah memiliki rasa tanggung jawab, maka kita otomatis akan
bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarga kita dan dengan rasa tanggung
jawab, friksi-friksi di dalam pernikahan bisa dihindarkan. Misalnya jika
seseorang masih belum bisa komit dengan satu orang pasangan, berarti dia
belum memiliki suatu rasa tanggung jawab yang cukup untuk menikah. Dalam
situasi ini, seseorang sebaiknya menunda pernikahan, karena kesiapan
seseorang untuk menikah tidak didasarkan atas seberapa "tua" orang itu, tapi
seberapa "dewasa"-nya dalam bertindak.
>>[2]. Kalo misalnya kita "divonis" tahun ini harus menikah
>>dengan pacar kita, apa sih "godaan" yg paling besar sbl.
>>mencapai hari H tsb.?
>
>
>Asumsi di vonis := dipaksa
>Godaan paling besar buat saya adalah diri saya sendiri, saya akan sering
>berfikir apakah saya sudah cukup dewasa dalam hal 3 ukuran diatas. Emmmm...
>itu aja sih
Betul teman, dibutuhkan kedewasaan. Tapi ingat, kedewasaan tidak hanya
ditentukan oleh usia kita , tapi lebih pada diri kita sendiri dan tanggung
jawab kita.
>>[3]. Biasanya apa yg dilakukan dlm. rangka menyongsong
>>detik-detik pernikahan? Apatah perlu membuat komitmen2
>>dengan pacar (calon istri) sbl. menikah? Kalo emang perlu
>>biasanya komitmen dalam soal atau hal apa??
>
>
>Yap, komitmen.
>Setidaknya saat menyongsong detik-detak pernikahan adalah saat kita
>menghadapi pacaran tahap selanjutnya. Jika pada saat memulai pacaran kita
>menjanjikan banyak hal pada calon pacar kita, entah dipenuhi ataua tidak,
>maka pada saat menjelang pernikahan akan lebih baik hal ini diulang dalam
>konteks yang disesuaikan. Misalnya dalam soal tingkah laku, penyesuaian
>kebiasaan, dll - bener ga' sih `-) -.
Jelas harus ada komitmen, jika tidak perkawinan hanyalah tinggal secarik
buku bersegel yang tidak ada gunanya. Justru komitmen inilah yang harus
dibentuk sebelum dilakukan perkawinan. Penyesuaian tingkah laku dan
kebiasan tentu mutlak dilakukan. Oleh karena itu, dibutuhkan kematangan dan
kedewasaan sebelum menikah.
>>[4]. Lain-lain.. silakan tulis soal apa aja yg sedang terlintas
>>di pikiran, yg penting masih dalam koridor pernikahan :)
>
>
>Waduh dalam hal-hal seperti ini saya type petarung counter, gak ada ide,
>tapi kalo ditanya'in, jawabannya banyak ;p
Ini kalo diucapkan jaman Orde Baru yang dulu itu (kesannya udah lama :-)
pasti akan dikomentari,"Masyarakat jangan hanya bisa mengkritik". He.. he..
he..
>>Wassalam,
>>Bambang, yangmungkindalamwatkudekatakanblablabla...:)
Sakarepmu, Mbang. Arep blablabla yo monggo wae.. :-)
>Buat sigit,
>Bukan jenis udangnya yang bikin kita dapet ikan,
>tapi bagaimana cara beli udangnya (nah lo bingung khan ;-p ).
Loh, sebenarnya untuk menangkap ikan tidak mutlak dibutuhkan udang, bukan?
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com