>Date: Fri, 9 Apr 1999 19:36:59 -0500 (CDT)
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>Originator: [EMAIL PROTECTED]
>Sender: [EMAIL PROTECTED]
>From: Luke Skywalker <[EMAIL PROTECTED]>
>To: Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Gatra] Memburu ABG Pemuja Setan
>X-Comment:  Diskusi Masalah SARA Distribution List
>X-Mailer: Mozilla 4.01 (Macintosh; I; 68K)
>X-MIME-Autoconverted: from 8bit to quoted-printable by smv14.iname.net id
UAA23299
>
>Hi guys,
>
>Ada gereja setan ... siapa yang mau ngedaptar.
>Jangan-jangan di milis ini malah sudah ada anggotanya.
>Kok ya ... ada-ada saja manusia itu ya ...:-(
>
>Mungkin kalau dibuat film judulnya The Lucifer strikes back:-)
>
>PS: Mas Sasis jangan-jangan sudah menjadi anggota ya?:-)
>
>Salam
>--                                               ** Djoko Luknanto **
>
>
>       Gatra, Nomor 21/V, 10 April 1999
>       
>       Memburu ABG Pemuja Setan
>       
>       Warga Manado terusik oleh kehadiran kelompok Gereja Setan.
>       Mereka menjanjikan seks, kekerasan, dan kebiadaban
>       seluas-luasnya, kemudian mencampakkan Anda ke hadapan setan.
>       
>       PERTARUNGAN melawan iblis ini mirip film horor. Adalah Laura,
>       16 tahun, yang tengah berjuang dibebaskan dari roh jahat.
>       Tubuhnya terguncang hebat. Empat pria bertubuh kekar yang
>       memeganginya dibuat repot. Setelah sekitar satu jam didoai,
>       akhirnya dari mulut wanita itu keluar darah segar. Tak lama
>       kemudian gadis berkulit putih ini lunglai tak berdaya, lalu
>       pingsan beberapa saat.
>       
>       Malam pembebasan salah seorang pengikut Gereja Setan (GS) oleh
>       Evangelis Herman Kemala di Gereja Masehi Injil di Minahasa
>       (GMIM) Paulus, di Jalan Sam Ratulangi, itu tak urung membuat
>       Manado seperti tersentak. Memang, sejak dua pekan terakhir
>       ini, kota berpenduduk sekitar 3 juta orang itu dihebohkan oleh
>       kehadiran aliran yang menamakan diri komunitas GS.
>       
>       Laura sudah empat tahun menjadi anggota GS. Dan ia bukan
>       satu-satunya pengikut. Sebelumnya, ada enam orang -termasuk
>       Rina yang menjadi istri Lucifer, si raja iblis- yang telah
>       dibebaskan Herman Kemala dari roh jahat. Dalam komunitas GS,
>       tingkatan Rina lebih tinggi ketimbang Laura. Sebab, Laura baru
>       dipersiapkan menjadi istri Lucifer tahun 2001 mendatang.
>       
>       Kehadiran GS di Indonesia memang baru menghebohkan Manado.
>       Tapi, Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan juga menjadi
>       sasaran penyebaran kelompok ini. Bali dan Irian Jaya juga
>       diincarnya. "Ambisi komunitas GS ini sangat besar. Ingin
>       menguasai dunia," kata Laura kepada Gatra.
>       
>       Caranya, dengan mengacaukan dan menggoyahkan iman umat. "Yang
>       kami kacaukan adalah persekutuan-persekutuan yang tengah
>       menjalankan ibadah," kata Laura. Pengacauan itu dilaksanakan
>       lewat roh jahat di tubuhnya. Tapi, menurut Laura, upaya itu
>       selalu gagal karena para pendeta di Manado memiliki "kekuatan"
>       lebih hebat ketimbang Laura punya.
>       
>       Heboh GS ini lebih seru oleh pemberitaan koran lokal yang
>       menurunkan cerita berseri. Aliran yang mencari sasaran para
>       ABG (anak baru gede) ini memang gampang populer karena
>       menghalalkan seks bebas, minuman keras, dan obat-obatan
>       terlarang. Serunya pula, sebagai kelompok pemuja setan, mereka
>       menghalalkan segala hal yang berbau imoral. Mereka
>       anti-Kristus.
>       
>       Oleh sebab itu, sepak terjang GS cepat direspons umat
>       Kristiani di Manado, yang berjumlah 1,7 juta jiwa. Gerakan
>       untuk membendung GS ini juga dilontarkan berulang-ulang oleh
>       para pendeta dalam acara kebaktian Jumat Agung di
>       gereja-gereja di Manado.
>       
>       Reaksi warga memang bermunculan. Sejumlah lokasi yang diduga
>       menjadi tempat kebaktian pengikut GS, misalnya, didatangi
>       ratusan warga. Mereka ingin tahu dan mau membuktikan kebenaran
>       informasi di koran dan cerita yang berkembang dari mulut ke
>       mulut. Malah, belakangan tercium ada kelompok yang akan
>       mengobrak-abrik tempat-tempat tersebut.
>       
>       Mereka marah karena merasa nama gereja ikut dicemarkan.
>       "Kekhawatiran ini karena penggunaan kata 'gereja' dilihat
>       sebagai pelecehan terhadap umat Kristiani," kata Ketua DPD I
>       KNPI Sulawesi Utara, Jeffrey Rawis, SE, kepada Gatra. Tak
>       hanya itu. Mantan Ketua KNPI dan Majelis Pemuda Daerah
>       Sulawesi Utara, Ir. Julius Undap, memobilisasi pemuda untuk
>       mendirikan posko-posko rohani. "Guna menangkal menyebarnya
>       pengaruh sekte sesat tersebut," kata Julius.
>       
>       Ada dua rumah yang santer diisukan sebagai tempat pengikut GS.
>       Yaitu di wilayah Kelurahan Malalayang II, Kecamatan Sario, dan
>       di Desa Winangun, Kecamatan Pineleng, di pinggir kota Manado.
>       Akibatnya, dua pemilik rumah itu mengaku sangat tertekan.
>       "Saya penganut Katolik yang taat. Mana mungkin rumah saya
>       dijadikan tempat kegiatan GS," ujar pemilik rumah di bilangan
>       Malalayang itu kepada wartawan.
>       
>       Secara fisik, rumah putih berlantai dua tersebut berpagar
>       tembok setinggi hampir dua meter. Di bagian atas tembok itu
>       diberi aksesori aluminium berbentuk setengah lingkaran. Di
>       dinding bagian depan sebelah atas, persis menghadap ke jalan,
>       beberapa waktu lalu pernah terpasang relief kuda terbang.
>       Namun, dua minggu terakhir ini, relief itu dibongkar.
>       
>       Gara-gara isu tadi, pemiliknya perlu memberi penjelasan. Dia
>       mengaku, model gambar pentagram (bintang segilima terbalik
>       dalam lingkaran) yang terpasang itu sama sekali bukan
>       disengaja. Apalagi sampai dikaitkan dengan kelompok GS. Untuk
>       itu, si pemilik dengan tangan terbuka mengundang siapa saja
>       untuk melihat langsung ke setiap sudut rumahnya.
>       
>       Rumah di bilangan Winangun juga begitu. Bangunan ini persis di
>       pinggir jalan umum yang ramai. Pada tiang-tiang pagar pintu
>       masuknya bertengger patung kepala kuda (empat buah). Di bagian
>       dindingnya, dipahat relief kuda. Menghadapi berbagai tudingan
>       itu, pemilik rumah Nyonyo Supit dan istri juga mempersilakan
>       masyarakat melongok ke bagian dalam rumah. Bahkan, sejumlah
>       tokoh agama di Sulawesi Utara, Senin malam pekan lalu,
>       diundang berdiskusi mengenai GS di rumah tersebut.
>       
>       Sebenarnya, heboh ajaran GS bukan pertama kali ini terjadi.
>       Pada 1993 di "kota lumpia" Semarang juga muncul aliran serupa.
>       Korbannya pun komunitas ABG, berusia 17-20 tahun. Juga di
>       Jakarta. Tahun 1997 lalu di kawasan Kota ditengarai adanya
>       kelompok GS. Tapi, begitu digerebek, rumah yang dijadikan
>       markas itu sudah melompong. Kabarnya, di kawasan Kuningan juga
>       ada kegiatan GS.
>       
>       "Mereka melakukan gerakan di bawah tanah. Sulit diawasi," kata
>       Kepala Biro Pelayanan Pemuda Persekutuan Gereja-gereja
>       Indonesia (PGI), Audi Wuisang, kepada Gatra. Menurut
>       penelusuran, kota Pontianak juga sudah dirambah GS.
>       
>       GS didirikan Anton Szandor La Vey, 30 April 1966. Saat itulah,
>       untuk pertama kalinya, La Vey secara terang-terangan
>       mengorganisasikan GS di San Francisco. Sebagai pegangan
>       umatnya, La Vey menulis The Satanic Bible, tahun 1969.
>       
>       Serikat ganjil ini menyebut dirinya: "Organisasi pertama di
>       muka bumi dan di sepanjang sejarah, yang secara terbuka
>       menyatakan mengabdi kepada penerimaan terhadap fitrah sejati
>       manusia, yaitu binatang jasmaniah, yang hidup di dalam kosmos,
>       yang diresapi dan dimotivasi oleh kekuatan gelap, yang kami
>       sebut setan." Tak jelas, memang.
>       
>       Melalui perjalanan waktu, menurut mereka, manusia menyebut
>       kekuatan itu dengan banyak nama. Ia dicaci maki oleh mereka
>       yang memang harus dipisahkan dari asal-muasal dan mata air
>       eksistensi ini. Yang bukan anggota dituding sebagai, "Orang
>       yang hidup dalam iri hati obsesif terhadap kita, yang tetap
>       eksis oleh arus alamiah bersama rasa takut terhadap Pangeran
>       Kegelapan." Oleh sebab itu, mereka menyebut dirinya "kaum
>       asing yang terpilih dan elite". Bahkan, mereka mengatakan,
>       "Kita para pengikut setan adalah Tuhan itu sendiri."
>       
>       GS menyebarkan doktrin yang diciptakan Anton La Vey melalui
>       tulisan, rekaman, dan video. Mereka mengaku punya media yang
>       luas, dan selama 33 tahun terakhir ini dirujukkan dengan
>       berbagai nama, misalnya Gereja Setan Yang Pertama, Gereja
>       Setan, dan Gereja Setan Amerika. Kini, nama resmi mereka
>       adalah "Gereja Setan". "Nama lain di luar itu adalah
>       pendusta," kata mereka.
>       
>       Pada 29 Oktober 1997, Anton La Vey mati. GS diwariskannya
>       kepada Blanche Barton, "pendeta wanita tinggi" yang juga
>       istrinya, dan ibu anaknya nomor tiga, yang diberi nama Satan
>       Xerxes Carnacki La Vey. Blanche juga menjabat kepala
>       administrasi GS dalam 14 tahun terakhir. Semasa hidupnya,
>       Anton La Vey mengangkat banyak orang menjadi anggota
>       "Kependetaan Mendes" sebagai "Pengacara Iblis"-nya. Dan
>       kependetaan ini, bersama "Ordo Trapezoid Dewan Nan Sembilan",
>       kini bekerja bersama Pendeta Wanita Tinggi Barton untuk
>       memajukan filosofi ikonoklastik yang diracik La Vey.
>       
>       Para penganut GS umumnya memakai lambang 666 pentagram
>       -bintang bersudut lima terbalik yang bergambar kepala kambing
>       bertanduk dua. Sudut bintang yang menggambarkan tanduk itu
>       bermakna Lucifer, sama tinggi dengan Allah. Tiga sudut di
>       bawah menggambarkan tritunggal iblis. Yang di tengah Lucifer,
>       di kiri anti-Kristus, dan yang kanan nabi palsu.
>       
>       Tritunggal iblis ini lawan Tritunggal umat Kristen. Di tiap
>       sudut binatang ada lima lambang kecil-kecil yang menggambarkan
>       lima lambang setan: zombie, werewolf, dracula, vampire, dan
>       shewolf. Kepala kambing adalah lawannya domba, yang identik
>       dengan umat Kristen.
>       
>       GS mengenal tiga jenis ritual: seks, kebaikan, dan kejahatan.
>       Ritual seks mereka lakukan setelah upacara, dan bagian dari
>       upacara. Dalam ritual kebaikan, mereka masuk ke gereja-gereja
>       lalu menyumbang. Adapun ritual kejahatan dilakukan terutama
>       saat ada anggotanya yang melanggar. Mereka tak segan membunuh.
>       "Bukan berarti mereka menolak untuk dibunuh. Sebab, bagi
>       mereka, adalah terhormat apabila mati untuk Lucifer," kata
>       Herman Kemala.
>       
>       Kemudian, laiknya organisasi, GS juga mengenal struktur. Dalam
>       komunitas GS, pimpinan tertingginya adalah Lucifer alias raja
>       iblis. Di bawahnya Hyberia, istri Lucifer. Dalam kendali
>       Hyberia terdapat kelompok khusus yang terdiri dari 13 wanita,
>       Sister of The Light. Sebelum dibebaskan, Rina termasuk dalam
>       kelompok ini. Kelompok "elite" ini juga dikenal sebagai
>       majelis, dengan kekuasaan khusus.
>       
>       Selanjutnya, dalam kendali dan komando Hyberia ada jajaran
>       vampire & dracula, lalu zombie, serta werewolf dan shewolf.
>       Kendati mereka secara organisasi berada pada level yang sama,
>       pengendaliannya dipegang jajaran vampire & dracula, kemudian
>       zombie. Sedangkan tataran terendah disebut mochua. Tugasnya
>       menggoyahkan iman jemaat, termasuk menguras energi "urapan"
>       para hamba Tuhan.
>       
>       Semua kelompok ini tidak berwujud alias dalam bentuk roh.
>       Prince of Michael, yang disebut-sebut sebagai pimpinan GS di
>       Manado, juga begitu. "Untuk bisa kelihatan, dia akan meminjam
>       jasad orang," papar Herman.
>       
>       Di Amerika Serikat, komunitas tak keruan itu paling tidak
>       sudah menyebar di 11 negara bagian. "Hasil pengusutan terhadap
>       mereka memang aneh," kata Jim Cavanaugh, Direktur Biro Federal
>       untuk Pengawasan Alkohol, Tembakau, dan Senjata Api, Divisi
>       Tennessee-Alabama. "Mereka menjanjikan seks, kekerasan, dan
>       kebiadaban yang seluas-luasnya, kemudian mencampakkan Anda ke
>       pangkuan setan," simpul Jim.
>       
>       Itu sebabnya, para pimpinan di GMIM menanggapi kasus GS ini
>       dengan sangat hati-hati. "Kita sedang dalam tahap menguji
>       segala sesuatu yang ada di balik isu kelompok yang menamakan
>       diri GS," ucap Nico Gara, STh, MA, Sekretaris Umum Badan
>       Pekerja Sinode GMIM, kepada Gatra. Atas dasar itulah, GMIM
>       mengambil sikap tetap menganjurkan umat tenang dan tidak
>       bertindak emosional.
>       
>       Di sisi lain, Pendeta Nico Gara juga mengimbau semua pihak,
>       khususnya warga GMIM, untuk bersikap dewasa. Sebab, dalam
>       situasi seperti ini, di antara warga masyarakat mulai tumbuh
>       saling curiga, atau perasaan takut antarsesama. Mereka curiga,
>       jangan-jangan seseorang yang diajak omong adalah pengikut GS.
>       Maklum, jumlah pengikut GS di Manado dikabarkan ribuan orang.
>       "Kita berharap antarsesama tidak sampai terjadi konflik yang
>       bisa memicu perpecahan. Sebab, itulah yang justru sangat
>       disukai iblis," ujarnya.
>       
>       Memang, kehadiran GS telah membuat para "gembala" bertindak
>       lebih proaktif. Menurut Nico, saat ini berbagai gereja di
>       Sulawesi Utara, termasuk GMIM dan Katolik, sudah membentuk tim
>       koordinasi yang khusus mengkaji segala sesuatu yang berkaitan
>       dengan GS. "Termasuk menguji dan mengkaji berbagai informasi,
>       baik secara ilmiah maupun pengetahuan keagamaan," katanya.
>       
>       Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, E.E. Mangindaan,
>       kepada Gatra mengatakan bahwa ia mengimbau, agar dalam situasi
>       yang memanas di belahan Indonesia lain, warganya tidak sampai
>       teradu domba hanya karena perbedaan persepsi terhadap isu dan
>       pemberitaan sekitar GS. "Hanya dengan berdoa kepada Tuhan,
>       kita dapat mempertahankan keharmonisan hidup," katanya.
>       
>       Isu bahwa Mangindaan termasuk target yang hendak dibunuh
>       kelompok GS cuma ditanggapi dengan senyuman. "Saya percaya dan
>       mempercayakan semuanya kepada Tuhan Yesus Kristus. Kita harus
>       siap mati, kalau itu karena kehendak Tuhan," ujarnya
>       diplomatis. Dia menilai, akibat isu tersebut, ada indikasi
>       masyarakat mulai mewaspadai turis asing. Memang, beberapa
>       pengikut GS yang telah sadar mengaku dibujuk memasuki GS oleh
>       orang asing.
>       
>       Kini, penangkalan memang bukan cuma dari kalangan gereja.
>       Pihak keamanan juga tak diam. Menurut Komandan Korem
>       131/Santiago, Kolonel TNI Richard Simorangkir, para pejabat
>       dan aparatur di Sulawesi Utara melakukan koordinasi dan
>       membahasnya dengan sangat serius. Apalagi, belakangan ini,
>       cukup banyak umat Kristen yang tidak rela aliran sesat ini
>       memakai istilah Gereja Setan. "Secara pribadi, saya keberatan
>       dengan penggunaan istilah Gereja Setan. Kita khawatir ada
>       warga yang tersinggung, lalu mengamuk," ujarnya kepada Gatra.
>       
>       Maka, sebelum terjadi sesuatu yang tak diinginkan, banyak
>       informasi yang perlu diklarifikasi. Misalnya, disebut-sebut
>       oleh bekas pengikut GS bahwa untuk keperluan ritual mereka
>       diperlukan darah bayi. Kabarnya, jumlah korban sudah puluhan.
>       Logikanya, jika betul, pasti ada bayi yang hilang. "Tapi kita
>       tidak menemukan fakta seperti itu. Apakah ada sekian banyak
>       orangtua tega memberikan anaknya hilang?" kata Kolonel Richard
>       Simorangkir kepada Gatra.
>       
>       Begitu pula soal klaim bahwa pengikut GS di Manado sudah
>       mencapai ribuan. "Kita minta datanya, tapi tidak ada. Kalau
>       jumlah sudah begitu banyak, berarti orang yang mengunjungi
>       gereja berkurang. Nyatanya? Gereja selalu penuh," kata
>       Richard.
>       
>       Semua orang paham bahwa setan adalah makhluk Tuhan, yang
>       tugasnya menghalangi manusia menuju surga. Setan bisa berbuat
>       apa saja, dan memberikan apa saja -kecuali memberi kunci
>       surga. Karena itu, setan bisa berwujud apa saja. Bisa angker,
>       bisa pula "tampak" ramah. Begitulah cara setan mengelabui umat
>       lewat aliran GS.
>       
>       Tapi, harap dicatat, "Ajaran seks bebas itu sama sekali
>       bertentangan dengan ajaran Kristen," kata Sekretaris Umum PGI,
>       Dr. J.M. Pattiasina, kepada Ronald Panggabean dari Gatra.
>       Menurut doktor lulusan School Mission of World Mission
>       Pasadena California, Amerika Serikat, 1987, ini, karena
>       ajarannya bertentangan dengan iman Kristen, maka aktivitasnya
>       pun di bawah tanah dan eksklusif.
>       
>       Menurut Pattiasina, kelompok GS merekrut umat melalui
>       cara-cara setan. Karena itu, umat beragama mesti menangkalnya
>       dengan cara-cara yang agamis. Jadi? Tidak perlu merusak, baik
>       terhadap diri sendiri maupun lingkungan alam sekitar.
>       
>       Herry Mohammad, Lian Tanjung, dan Carry Nadeak 
>       
>       
>       ARTIKEL-ARTIKEL RUBRIK LAPORAN UTAMA : 
>       
>       Memburu ABG Pemuja Setan 
>       Saya Korbankan Harta dan Nyawa 
>       Kami Dikutuk Gunung Kawi 
>       Kisah Ratu Lucifer 
>       Dosa Besar Setanisme: Kebodohan 
>       
>       
>       www.gatra.com
>       Copyright � 1996 GATRA, Indonesian Weekly Newsmagazine all
>          rights reserved
>       The First Indonesian Mass Media on the Internet, Online since
>          August 1995
>       
>       GATRA magazine in web maintained by:
>       Production Dept. GATRA Indonesian Weekly Newsmagazine,
>       Technology Production: Agus Suprayogi,
>       Production Manager : Nico.J.Tampi
>       [EMAIL PROTECTED]
> 


Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke