Hey guys... pa kabar semua ! I'm back setelah sekian lama lurk karena
mail client yang dodol (nggak juga sih, gue aja yang dodol pake
Linux-nya... He-he-he.. :-)... )

Tertarik banget menjawab e-mail ini, karena nampaknya cukup banyak yang
punya masalah mirip2 ini... even me... :-)

Anyway, my replies are inline..

RiaMa FloRa wrote:
> 
>  Nah, yg mau aku tanyain...
> 1. Waktu kita udah hampit putus (udah sepakat dan
> tinggal nunggu harinya) aku tuh bener2 sedih, dan
> hampir nggak bisa ditutup2in. Tapi herannya kalo
> ngeliat dia kok kayaknya tenang aja. Padahal kalo kita
> lagi bicarain hal itu tuh, bisa sampe bikin baju basah
> lho. Kalo nanya temanku sih katanya, emang co begitu,
> tapi dalamnya sama aja. Bener nggak sih?

Definitely my friend... Udah pernah baca (atau paling nggak pernah
denger-lah) bahwa Men are form Mars, Women are from Venus ? Cowok itu
sama aja sama cewek, the feeling of mushy2-nya ada juga, nggak ada cowok
yang benar2 tegar dan tanpa perasaan, sehingga ngerasa "biasa2 aja" pada
saat putus. Tentunya ini dengan asumsi dia merasakan rasa sayang yang
sama seperti kamu sayang ke dia yah.. Jadi kalau kamu benar2 *yakin*
bahwa rasa sayang kalian benar2 mutual, bayangkanlah rasa sakit dia dan
kamu itu sama. Cowok itu seakan2 punya 'tuntutan' dari lingkungan
sekitarnya bahwa dia itu nggak boleh nangis, nggak boleh sedih kalau
putus, nggak boleh terlihat lemah, dan sederet tuntutan2 lainnya. Dan
biasanya memang cowok mengikuti 'code' seperti ini selama hidupnya...
It's hard on him just as it's hard on you, hanya mungkin dia tidak bisa
menunjukkannya...
 
> 2. Sedikit banyak aku masih punya harapan yg
> sebenarnya sih mo dikubur aja dalam2.
> Tapi kira2 dia begitu juga nggak sih?

Ini cukup seru... Kalau menurut saya kamu tanya aja sama dia terus
terang, jangan disimpan2 dan bikin bingung diri sendiri. Kaum cowok
biasanya nggak akan mengatakan 'YA' kalau maksudnya 'TIDAK' (kecuali dia
memang maksud berbohong). Jadi daripada kamu 'mengira2' sendiri, bikin
capek hati dan sedih seandainya harapan kamu nggak kesampaian, jauh
lebih baik kalau kamu ajak dia bicara, dan tanya sama dia apakah dia
masih menyimpan harapan atau tidak. Dan kalau bisa, apapun jawaban dia,
kamu terus terang sama dia bahwa kamu masih menyimpan harapan sedikit.
Nggak usah gengsi bahwa dia nggak punya harapan sementara kamu masih
kepingin, percaya aja deh, cowok sangat menghargai kejujuran dari
ceweknya (at least I do..)...

> 3. Trus, kita kan masih punya urusan bareng, jadi
> kadang ketemu, dan aku tiap ketemu dia pasti sedih
> lagi. Gimana sih caranya supaya nggak sedih lagi? Kita
> putusnya udah 2 bulan.

Ada macem2 cara, bisa cari pergaulan baru, cari teman2 baru, dll. Memang
kadang2 nggak bisa dihindari untuk ketemu lagi, apalagi kalau kamu
tadinya memang sahabatan. Dan it's ok to be 'sad' a little (big?) bit,
kamu toh memang harus 'experience the sadness' to finally let it go..
Jadi daripada kamu berpikir gimana caranya supaya nggak sedih, jauh
lebih baik kesedihannya di 'nikmati' aja dulu, sampai akhirnya hati kamu
perlahan2 bisa terbiasa dengan kenyataan bahwa he's not yours anymore...

> 4. Lalu, aku kadang suka ngerasa ng'hianatin dia kalo
> mis. ada co yg lagi pedekate atau nembak aku. Udah
> gitu aku bener2 masih mikirin perasaan dia. Karena
> mungkin aku juga nggak mau dia punya ce lain. Aku
> salah nggak ya? Mungkin iya, ya...

(Only two months dan udah ada yang nembak lagi..? Hebat.. ! :-) He-he..
sorry joke sedikit biar nggak terlalu tegang..)

Disini kamu harus buang jauh2 perasaan itu, walaupun saya nggak bilang
bahwa itu 'harus' hilang 100 %, tapi kalau dia memang benar2 sudah rela
melepaskan kamu, dan kamu sudah rela melepaskan dia, dia harus rela
bahwa kamu sebagai seorang manusia biasa butuh 'teman dekat' untuk
tempat berbagi, dan nggak bisa sama dia lagi, karena nanti jadi
'tergoda' untuk bareng lagi, padahal udah sepakat untuk putus...
demikian juga sebaliknya. Jadi idealnya, usahakan untuk masing2 memegang
prinsip "I'm happy if you're happy, and you're happy if I'm happy",
hanya dengan ini masing2 bisa melanjutkan hidupnya dengan tenang... Your
life must go on... ya kan...? Memang sih, butuh waktu yang tidak
sedikit... tapi sedikit demi sedikit kamu (dan dia juga) bisa
melatihnya...

> Well, teman2, ada saran, usul atau pendapat?  Makasih
> mau baca cerita yg panjang ini ya...

It's my pleasure to (try to) help... :-) Bahkan jawaban saya juga
panjang. Kalau si Bule Cantique baca pasti dia komentar lagi bahwa
"Mil.. loe kalo posting panjaaang banget..."..he-he-he... :-)

Yah, semoga membantu deh...


emilr

Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke