Saya begitu tersentuh baca puisi Anda. Anda tentunya sedang patah hati.
Itulah, cinta emang membahagiakan dan menyakitkan. Karena itu, lantas
saya membunuh rasa cinta saya. Saya selalu jauhi cinta, sebab cinta itu
bagi saya menyakitkan. dan ketimbang saya sakit, saya lantas berusaha
gak cinta. saya ada pacar, dan saya tidak cinta dia. sebab, kalo saya
cinta, saya akan tersakiti.

Cinta mendatangkan rindu. dan rindu bagi saya emang menyakitkan, karena
itu saya jauhi cinta dan rindu. hidup terasa hampa tanpa cinta? bisa
jadi ya. tapi saya terbiasa untuk tidak hampa. maybe memelas nasib
saya. tapi saya menerimanya sebagai pilihan.

Ayu

--- senjaemas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Malam ini kutulis syair kesedihan
> 
> Mungkin, malam ini, dapat kutulis, "Malam
> berkeping-keping 
> dan bintang-bintang biru gemetar di kejauhan."
> Angin malam hari bergulung di angkasa dan bernyanyi.
> Malam ini kutulis syair kesedihan
> Aku mecintainya, kadang-kadang ia mencintaiku juga.
> Bermalam-malam seperti malam ini kuikat dia dengan
> pelukan
> Aku menciumnya berulang-ulang di bawah langit kekal
> Ia mencintaiku, kadang-kadang aku mencintainya juga
> Aneh sekali jika engkau enggan menaruh hati pada
> binar matanya.
> Malam ini kutulis syair kesedihan
> Berpikir jika aku tak memilikinya, andai aku
> kehilangan dirinya.
> Mendengar malam yang lengang, semakin sunyi tanpanya
> Sajak-sajak berjatuhan ke dalam jiwa bagai embun di
> padang rumput.
> Mungkin cintaku tak mampu menahannya
> Malam berkeping-keping dan ia tak bersamaku.
> Di kejauhan seseorang bernyanyi. Jauh sekali
> Jiwaku pilu kehilangan dirinya
> Pandanganku mencarinya seakan hendak mengejarnya.
> Hatiku mencarinya, dan ia tak bersamaku
> Malam sama putihnya dengan pepohonan
> Waktu itu, kita, telah sangat berubah.
> Aku tak lagi mencintainya, tentu, namun mengapa aku
> mencintainya
> Suaraku mengejar angin yang menyentuh daun
> telinganya.
> Yang lain. Dia akan menjadi milik orang lain.
> Seperti kecupan
> kecupan sebelumnya.
> Suaranya. Tubuhnya yang bercahaya. Matanya yang
> kekal.
> Aku tak lagi mencintainya, tentu, namun mungkin aku
> mencintainya.
> Mencinta tak semudah melupakan.
> Sebab bermalam-malam seperti malam ini kuikat dia
> dalam pelukan
> Jiwaku sedih kehilangan dia
> Mungkin inilah akhir duka sebab ia telah membuatku
> nestapa 
> Dan inilah syair terakhir yang kutulis untuknya.
> 
> 
> untuk pravita ratriani seorang di tempat... 
> 
> 

_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke