Dear All,

Maaf mengganggu, forwarding a posting nih.
Dan maaf juga bagi yang sudah baca.

Salaam hangat,

arief muLya
-------------
"There's always a light in the heart of ones who Love"



---------------------------
Hitam Putih dalam Matrix


"Ingin tahukah kamu siapa the Matrix itu?" Morpheus lalu mengajak Thomas

Anderson alias Neo ke sebuah ruangan. Dua pasang kursi besar dan sebuah
meja kecil yang hanya berisi air dalam sebuah gelas tinggi.

Neo seperti kebanyakan orang. Yang dengan nafsu makan dan kantuk serta
kelelahan. Berpenghidupan sebagai seorang programer di perusahaan
bonafid. Sisi lain dalam hidupnya dihabiskan di depan dua komputer di
dalam kamarnya, sebagai hacker atau pelaku transaksi-transaksi gelap.
Dua sisi seorang manusia, wajar. Namun ia memiliki kelebihan. Dia
menerima sinyal-sinyal misterius di layar monitornya.

"Sebenarnya engkau sekarang bermimpi. Tapi bagaimakah kamu sadar kalau
kamu bermimpi kalau kamu tidak bangun dari tidur?" Morpheus meyakinkan
Neo.

Morpheus ini bagaikan Gazali, yang mengingatkan seribu tahun yang lalu.
Hidup ini adalah mimpi panjang. Semua seperti "real", walaupun
sebenarnya hanya mimpi. Namun hanya sedikit yang sadar, seperti Neo ini.

Mereka tak menerima sinyal-sinyal misterius.  Sinyal itu tidak akan
sampai kepada para supir taksi, atau penyanyi tenar, atau siapapun yang
memang tak duduk dan menanti sinyal didepan layar monitor. Sinyal-sinyal

itu hanya datang bila ada keraguan dan tanda tanya besar. Sinyal yang
hanya datang jika anda seorang hacker, yang ingin tahu kehidupan lain,
dan bosan pada hidup yang tua ini.

"Do you believe in fate, Neo?"
"No."
"Why?"
"Because I don't like the idea that I am not in control of my life."

Setidaknya orang-orang seperti Neo ini, mengerti akan keadaan dirinya.
Sebuah kesadaran menuju perbaikan.

Bumi telah tua. Awan gelap telah menutupi sebagian besar diantaranya.
Dalam pandangan orang-orang yang dikuasai The Matrix, bumi sungguh
mempesona. Orang lalu lalang sore menjelang tutup kantor. Gadis cantik
berbaju merah, penjaja, hiburan, alkohol, music. Namun semua itu hanya
hidup dalam otak-otak yang telah di bajak oleh the Matrix.

Matrix seperti kekuatan jahat yang menyelimuti manusia. Menyulap dunia
yang tua renta. Meluluri hamparan dengan kosmetik penutup kerut, untuk
dinikmati.  Orang yang bisa menikmati tak lain adalah sebuah baterai 2.5

volt. Baterai persembahan bagi sang Artificial Intelligent: the Matrix.
Ini dunia imbal balik. Matrik mendapat bahan bakar, sedangkan manusia
mendapat kesenangan. Hingga saatnya daya melemah dan habis. Habisnya
kesenangan semu itu juga.

Matrik bisa dinikmati sebagai gambaran dunia-akherat. Dunia ini memang
telah tua, seperti nenek tua renta keriput yang pandai bersolek.  Alam
semesta  mengembang. Sinar bintang dan galaksi yang kita nikmati, adalah

sisa-sias cahaya trilyunan tahun yang lalu. Mereka mungkin sekarang
telah menjadi black hole, yang meninggalkan bumi sendirian dalam cahaya
masa lalu. Kita ditengah fosil-fosil cahaya bintang, cluster dan
galaksi.

Begitulah. Matrix tahu akan hal ini. Orang-orang hedonis tak mau hidup
ditengah alam yang renta. Maka ditawarilah mereka dengan menanamkan
kenikmatan duniawi dalam angan dan otak mereka, asalkan mereka besedia
menjadi sebuah baterai yang menghidupi Matrix.

Morpheus, sang kapten pesawat "Nebuchadnezar" bersama beberapa  kru-nya,

Chyper, Trinity Tank, Apoc, Mouse, Switch dan Dozer dari negeri Zion.
Dunia yang masih bisa menikmati matahari. Sekelompok manusia yang mampu
membebaskan diri dari cengkeraman imajinasi ciptaan Matrix. Mereka hidup

di alam kenyataan. Lebih baik makan semangkuk gandum putih tapi nyata
daripada steak hanya dalam angan-angan.

"Udara yang kamu hirup itu tidak real" ajaran Morphus ketika berlatih
kungfu dengan Neo, dalam dunia virtual reality.

Neo adalah "the One" yang telah diberitakan oleh Oracle, akan mampu
membebaskan manusia dari cengkeraman Matrik dan kejahatan para Agents,
tentara Matrix. Membebaskan manusia dari alam maya. Manusia yang hanya
pergi ke mesjid, ke gereja dalam imaginasi mereka saja. Esensinya telah
direbut the Matrix sebagai baterai.

Jika memilih Zion minumlah pil merah, jika ingin hidup dalam Matrix:
yang hijau. Demikianlah pilihan yang dihadapi the One ketika akan
bergabung dalam Nebucadnezar. Tekad telah bulat "Andaikan matahari
diletakkan di atas tangan kananku dan bulan di atas tangan kiriku, aku
tiada akan berhenti dari usaha mulia ini. Biarlah aku mati atau
kemenangan akan datang kepadaku."  Sebuah pilihan yang tak bisa diulang.

Seperti halnya Chyper, kru dari Nebucadnezar, seorang munafik yang tak
puas pada alam kesadaran. Ingin kembali mengulangi kehidupan dalam alam
maya, karena dijanjikan seseorang yang terkenal, "you know, like an
actor" begitu bargain-nya dengan para Agent Smith. Banyak sekali
orang-orang sperti Chyper ini. Berapa banyakkah orang yang masuk ke
dunia akherat, menyesal karena yang ada hanya siksaan pedih baginya dan
ingin kembali di reinkarnasi ke dunia agar mampu memperbaiki hidupnya.
Usaha yang sia-sia. Chyper mati diberondong peluru yang berhambur dari
senapan di tangan Tank.

Wallahualam
Pungkas B. Ali
Troy, July 23 '99

--
"Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Putung"




Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke