At 11:08 PM 7/30/99 +0700, you wrote:
>Kebanyakan memberi saran :
>1. Buktikan dulu bahwa D memang bertindak 'tidak fair'
>2. Bawa B ke pemuka agama ( bukan Ustadz, maaf, mereka beragama Katolik)
>3. Perbanyak sembahyang, ibadat
Kalau beragama Katolik, tentunya ke pastur atau pendeta.
>Dan memang paling penting buat membuktikan nomer 1.
>Tapi bagaimana caranya?
>Menelepon D dan bertanya langsung, jelas tidak akan mendapat jawaban
>jujur...
Tanya saja kepada adik/kakaknya, ibunya atau ayahnya atau pembantu di
rumahnya, tindakan aneh apa saja
yang sering dilakukan. Apakah D sering keluar rumah di malam hari ? Apakah
di kamarnya ada benda2x
tertentu atau bau-bauan aneh.
>Bicara pada B, dia tidak merasa ada ke'lain'an, keluarganya bilang
>dia biasa saja.
Apakah benar2x yakin ?
>Tapi kalau memang itu keputusan B sendiri untuk memutuskan hubungan,
>kok aneh bener. Karena selama ini B sayang banget pada As dan ngga
>pernah menyerah buat mencoba melanjutkan hubungan mereka... sekarang,
>untuk menelepon saja tidak mau. Padahal ibu As sendiri yang memohon :(
Sebaiknya tanyakan kepada temen2x dekatnya yg lain mengapa dia bersikap
begitu ? Apakah dia merasa
jenuh 'cinta serius' ? atau punya aktifitas yang menyibukkan shg dia tdk
mau menelepon As? KAlau jenuh, coba untuk tidak dekat dulu seminggu atau 2
minggu. Beri dia sedikit kebebasan untuk bergaul dan berkreasi sambil
terus mengingatkan bhw As masih sayang B atau menanyakan apakah B masih
sayang As. So it's simple. Don't be worry......
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com